Media Baru Dan Gerakan Sosial Studi Kasus Penggunaan Media Baru Oleh Jalin Merapi Dalam Mendukung Gerakan Sosial Penanggulangan Bencana Pada Bulan Oktober sd. Maret 2011
A.A.S. Mirah Mahaswari J.M., --
2011 | Skripsi | Ilmu KomunikasiJalin Merapi sebagai sebuah organisasi masyarakat sipil telah menawarkan pembelajaran yang sungguh bermanfaat bagi studi media khususnya dan Ilmu Komunikasi pada umumnya. Lewat proses penyediaan dan pertukaran informasi, Jalin Merapi menjadi simpul penting bagi gerakan sosial penanggulangan bencana saat erupsi Merapi dan lahar dingin terjadi, pada bulan Oktober s.d. Maret 2011. Penelitian ini melihat bahwa penggunaan media baru memiliki peran yang besar terhadap proses komunikasi bencana yang dilakukan oleh Jalin Merapi. Perangkat media baru yang digunakan oleh Jalin Merapi tersebut, diantaranya: telepon seluler, website (didalamnya terdapat SMS Getaway, shoutbox, fitur google docs), jejaring media sosial yakni Facebook dan Twitter, Yahoo Messenger, online streaming radio (yang bersumber dari radio komunikasi), email, hingga penggunaan online webcam / CCTV. Penggunaan perangkat media baru ini dimanfaatkan secara simultan oleh Jalin Merapi untuk menyediakan informasi dan memperlancar proses komunikasi bencana pada saat itu. Dalam kenyataannya, tidak semua relawan atau admin secara teknis mengakses keseluruhan media tersebut. Hal ini justru menjadi kelebihan Jalin Merapi, dimana institusi ini menawarkan beragam pendekatan media, menyesuaikan mana yang paling nyaman digunakan oleh individu. Bagi para relawan di lereng Merapi yang memantau aliran sungai atau lahar, maka HT atau radio komunikasi adalah peragkat yang paling sesuai. Bagi relawan dengan mobilitas tinggi, maka perangkat ponsel dengan SMS ataupun Twitter dirasa peling mudah diakses. Para pegiat radio komunitas, justru lebih memilih Facebook, lantaran fitur chat, upload link, foto, dan layanan notifikasi yang memudahkan mereka berkoordinasi dan mendapat update dari admin Jalin Merapi yang ada di posko induk. Sementara bagi warga yang ingin menyalurkan bantuan dan melihat daftar kebutuhan posko-posko pengungsian, sarana website menjadi andalan. Segala fitur komunikasi via media baru ini terkonvergensi satu sama lain dengan internet. Peneliti pun berusaha membedah lewat analisis Rogers dan Kincaid akan Convergence Theory, dimana dihasilkan rumusan bahwa Jalin Merapi telah menciptakan pertukaran informasi yang saling menguntungkan bagi segala pihak – relawan, donatur, penyintas, organisasi rekanan, pemerintah – dalam upaya untuk mencapai mutual understanding yakni penyaluran bantuan dari pihak donatur kepada yang membutuhkan, serta penyampaian kebutuhan dari penyintas kepada pihak donatur. Penggunaan media baru dalam hal ini memberi nilai lebih karena dianggap memiliki kecepatan distribusi informasi, jangkauan pesan yang luas, tingginya tingkat interaktivitas, serta kemudahan verifikasi informasi. Meskipun, kendala juga dirasakan oleh para relawan, admin, maupun koordinator dimana ada keterbatasan karakter bagi beberapa medium komunikasi (Twitter, SMS), masalah over capacity atau server yang down, serta permasalahan sinyal komunikasi yang memang belum secara merata dirasakan di seluruh daerah Indonesia. Dalam penelitian ini, penggunaan media baru mampu mendukung terjadinya sebuah gerakan sosial lantaran adanya motif sosial dan modal sosial yang tinggi dari masyarakat dalam praktik penggunaan media tersebut. Poinnya adalah, mudah bagi sebuah organisasi untuk memulai aktivisme di Internet, tetapi besar tidaknya gerakan yang dihasilkan bergantung pada penting atau tidaknya isu yang diusung, dinamika proses penyebaran informasi, dan lingkungan sosial masyarakat setempat. Kajian ini telah dianalisis menggunakan Model Tindakan Sosial oleh Renckstorf (dalam Mc Quail dan Windahl, 1993). Meskipun harus diakui peneliti bahwa tidak semua indikator yang disebutkan oleh Renckstorf dapat diterjemahkan pada temuan penelitian ini. Terakhir, peneliti juga ingin menambahkan seputar isu jurnalisme warga yang ternyata menaruh poin besar pada pembahasan penelitian. Pada awalnya, penelitian ini tidak dimaksudkan untuk secara khusus mengulas pembahasan tentang jurnalisme warga, namun temuan di lapangan justru sepakat bahwa kajian ini penting untuk dikemukakan. Pemanfaatan website Jalin Merapi ternyata mampu digunakan sebagai kanal informasi alternatif bagi publik untuk member perspektif berita yang faktual dan dekat dengan warga lereng Merapi, Jalin Merapi bekerja sama dengan mahasiswa dan dosen Pusat Studi Ilmu Komunikasi UII Yogyakarta dalam menghadirkan pemberitaan alternatif seputar Merapi. Kegiatan peliputan ini dilakukan dengan menggunakan kaidah jurnalistik yang disebut jurnalisme alternatif – oleh Muzayin Nazaruddin dalam Jurnalisme Warga, Radio Publik, dan Pemberitaan Bencana – yang mengedepankan prinsip humanis, akurasi, komitmen menuju rehabilitasi, serta kontrol dan advokasi dalam setiap peliputan bencana.
Kata Kunci : Media Dan Gerakan Sosial