Efektivitas Program Buku Sekolah Elektronik (BSE) ( Studi Kasus : SMP Negeri 1 Kalasan, Sleman)
JATI, Wegig Prasetya, Subando Agus Margono
2012 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Permasalahan mengenai buku sekolah memang cukup kompleks, mulai dari mahalnya harga buku sekolah, kualitas buku sampai praktek komersialisasi buku yang terjadi di sekolah. Oleh karena itu, Kementerian Pendidikan Nasional mengeluarkan program buku murah yang diberi nama Program Buku Sekolah Elektronik (BSE). Program Buku Murah BSE diharapkan mampu menjadi salah satu solusi dari permasalahan tersebut. Program buku murah BSE bertujuan untuk mengupayakan ketersediaan buku sekolah yang bermutu, murah, terjangkau, memenuhi standar nasional dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat. Program Buku Murah BSE dapat dinikmati dalam versi cetak maupun dapat diunduh dari internet. Di sisi lain buku teks pelajaran dari penerbit/non-BSE tetap beredar di pasar buku pelajaran sekolah. Di samping itu juga keberadaan buku kumpulan soal atau Lembar Kerja Siswa (LKS) yang marak digunakan di sekolah akan sedikit banyak mempengaruhi eksistensi BSE ini sebagai sumber belajar siswa di sekolah. Sekolah juga tidak bisa mewajibkan siswa untuk memiliki buku teks pelajaran. Kondisi semacam itu akan mempengaruhi bagaimana efektivitas Program Buku Murah Buku Sekolah Elektronik (BSE) ini. Penelitian ini secara khusus dilakukan di salah satu sekolah yaitu di SMP Negeri 1 Kalasan, Sleman. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori efektivitas program dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif sebagai dasar untuk memperoleh data penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, obeservasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis data deskriptif kualitatif. Hasil dari analisis data penelitian ini adalah program Buku Sekolah Elektronik (BSE) di SMP Negeri 1 Kalasan, hampir semua mata pelajaran di semua tingkatan kelas telah memiliki BSE versi cetak tersebut. Untuk biaya pemanfaatan BSE, menurut siswa sebagai kelompok sasaran menyatakan BSE ini lebih murah dibandingkan dengan membeli buku konvensional dari penerbit karena dibiayai oleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah. Namun dalam beberapa mata pelajaran justru penggunaan buku kumpulan soal lebih dominan daripada BSE sebagai sumber belajar di sekolah. Program BSE ternyata belum mampu menyaingi keberadaan buku kumpulan soal atau buku LKS yang lebih dominan digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Rekomendasi yang penulis ajukan adalah anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk sektor pengadaan buku teks pelajaran sekolah, khususnya BSE hendaknya diperbesar, perlunya regulasi khusus yang mengatur keberadaan buku kumpulan soal atau Lembar Kerja Siswa (LKS) sehingga keberadaan buku kumpulan soal atau LKS tersebut justru tidak meminimalisir peran atau manfaat dari Buku Sekolah Elektronik ini sebagai sumber belajar, serta sosialisasi terhadap kelompok sasaran terutama para siswa di sekolah perlu lebih ditingkatkan lagi. Kata kunci : efektivitas, Program Buku Sekolah Elektronik (BSE), SMP N 1 Kalasan
Kata Kunci : Pendidikan