STUDI KASUS STRATEGI PENCITRAAN MUSEUM AFFANDI MELALUI PERSONALITY BRANDING AFFANDI
JULUNGWANGI, Anindita Maya, Muhammad Sulhan
2011 | Skripsi | Ilmu KomunikasiLika liku kehidupan sebuah organisasi menjadi sebuah bahasan yang tak ada habisnya meski telah digali beribu – ribu kali. Tak hanya organisasi profit yang memiliki keunikan dan kompleksitas didalamnya, pun begitu juga dengan organisasi non profit. Organisasi non profit tentu juga harus menyusun sebuah strategi pencitraan agar mampu bersaing dan tetap mendapat posisi aman dalam masyarakat. Salah satu organisasi non profit yang marak menjadi bahasan terkini adalah Museum. Posisinya menjadi sebuah tantangan di era globalisasi dan edukasi yang semakin maju. Hal ini lantas menjadi salah satu alasan Pemerintah Indonesia menyelenggarakan Visit Museum Year 2010, supaya generasi muda mengenal kembali kedigdayaan Museum. Salah satu Museum yang memiliki kompleksitas struktur organisasi sebagai sebuah Museum privat adalah Museum Affandi. Museum ini didirikan oleh maestro seni lukis Affandi dan berlokasi di Yogyakarta. Pada masa awal berdirinya, Museum Affandi langsung dikelola oleh Affandi. Personality branding Affandi terbentuk dengan sangat kuat dan menjadi inti dari Museum Affandi. Seiring dengan wafatnya Affandi, secara turun temurun Museum Affandi dikelola oleh anak cucunya. Periode kepempinannya pun berubah, yang turut berdampak dalam strategi pencitraan Museum itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana Museum Affandi menggunakan personality branding Affandi untuk menyusun strategi pencitraannya. Personality branding Affandi yang sangat kuat dan budaya organisasi yang diwariskan secara turun temurun menjadi inti dari bemacam strategi internal maupun eksternal organisasi. Personality branding Affandi pun menjadi nilai historis yang bertransformasi menjadi sebuah nilai jual. Kata kunci : personality branding, budaya organisasi, strategi pencitraan.
Kata Kunci : Merek Dagang