Politik Representasi Agama-Agama Dalam FKUB Di Kabupaten Bantul
WATI, Desyana Heru , AAGN Ari Dwipayana
2011 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Heterogenitas kepercayaan di Kabupaten Bantul menjadi salah satu pemicu timbulnya ketegangan antar umat beragama. Ketegangan yang didasari oleh perbedaan kepercayaan dapat memicu terjadinya konflik massal jika tidak dicegah dan dikelola dengan baik. Negara sebagai penjamin kerukunan umat beragama mengambi langkah antisipasi dengan mengeluarkan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 tentang Pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Para pemuka agama berkumpul dalam FKUB Kabupaten Bantul sebagai bentuk representasi dari agama maupun komunitasnya. Para wakil yang kemudian disebut sebagai representator tersebut membawa ide dan kepentingan dari komunitas yang diwakilinya. Ide dan kepentingan tersebut diperjuangkan dalam forum. Ada pertautan ide dan kepentingan yang terjadi antara representator. Pertautan ide dan kepentingan ini menandakan adanya politik representasi dalam FKUB Kabupaten Bantul. Penelitian ini menempatkan mediator dalam representasi dan perannya sebagai bentuk politik representasi agama-agama dalam FKUB Kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bentuk dan tindakan para representator di dalam menjalankan perannya sebagai mediator dalam representasi. Selain itu penelitian ini juga berusaha memaparkan segala macam permasalahan yang tercipta akibat adanya representasi agama-agama dalam FKUB dan cara representator mengelola setiap permasalahan tersebut terutama menyangkut kepentingan komunitas yang diwakilinya. Untuk mendapatkan informasi tersebut, penelitian ini dua teori. Adapun teori tersebut meliputi teori tentang representasi yang di gagas oleh Hanna Pitkin. Penelitian ini juga menggunakan konsep dari Olle Tornquist bahwa representasi dikelola oleh mediator. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Hal ini digunakan untuk menyisir kasus secara mendalam. Penelitian ini memaparkan dan menganalisis data-data empiris. Peneliti dan responden atau narasumber bertemu face to face sehingga tulisan ini juga menampilkan penyataan-pernyataan dari para representator dalam FKUB Kabupaten Bantul. Pertautan ide dan kepentingan antara representator dalam FKUB terlihat pada saat penentuan kepengurusan FKUB Kabupaten Bantul. Ada bentuk perjuangan yang dilakukan representator minoritas guna mendapatkan porsi yang sama dalam kepengurusan FKUB. Pertautan ide dan kepentingan tidak hanya terjadi di internal forum namun juga d luar forum. Representator bertindak sebaai mediator di antara kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat yang lain. FKUB juga hadir sebagai mediator antara masyarakat dengan Negara dengan cara memberikan rekomendasi pendirian tempat ibadah. (kata kunci: FKUB, politik representasi, mediator)
Kata Kunci : Politik; Agama