Laporkan Masalah

Jaringan Komunikasi dan Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja Pada Remaja Putri Anak Asuh Panti Asuhan Al-Qudduus Yogyakarta

Pratiwi Eka Senli H.R., Widodo Agus Setianto

2011 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

jaringan komunikasi kesehatan reproduksi remaja pada remaja putri anak asuh panti asuhan Al-Qudduus Yogyakarta adalah jaringan komunikasi yang terdiri dari hubungan komunikasi yang terbentuk di antara anggotaanggota kelompok remaja putri yang bertempat tinggal secara bersama-sama di lingkungan panti asuhan Al-Qudduus Yogyakarta di Jalan Lempongsari no.130, RT 07, RW 26, Kabupaten Sleman, Kecamatan Ngaglik, Desa Sariharjo, Padukuhan Sedan. Jaringan komunikasi ini memiliki pola dan komponennya sendiri sebagai berikut: 1. Luas jaringan komunikasi merupakan variabel penelitian yang menunjukkan tingkat keterhubungan dalam sebuah jaringan, atau banyaknya hubunganhubungan yang terjadi di antara anggota-anggita jaringan. Demikian pula luas jaringan ini juga menunjukkan tingginya keterlibatan anggota-anggota jaringan dalam melakukan hubungan komunikasi dengan anggota lain sehingga terbentuk jaringan komunikasi diantara mereka. Hasil pengolahan atas data-data primer menunjukkan bahwa kelompok remaja putri anak asuh panti asuhan Al-Qudduus Yogyakarta ini memiliki luas jaringan dengan nilai 0,1439. Dengan kata lain, individu-individu anggota jaringan komunikasi remaja putri anak asuh panti asuhan Al-Qudduus Yogyakarta berhubungan dengan 6 orang dari 42 anggota lainnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa jaringan komunikasi mengenai masalah kesehatan reproduksi remaja pada kelompok remaja putri anak asuh panti asuhan Al- Qudduus Yogyakarta memiliki jaringan komunikasi yang luas. Dengan demikian hipotesis penelitian ini terbukti. 2. Pemuka pendapat memiliki peran penting dalam sebuah jaringan komunikasi karena pemuka pendapat mempunyai kemampuan mempengaruhi individu atau anggota sistem yang lain, juga berperan sebagai sumber informasi atau pendapat. Dari pengolahan terhadap data-data primer, dapat diketahui bahwa kelompok remaja putri anak asuh panti asuhan Al-Qudduus Yogyakarta memiliki pemuka pendapat berjumlah 6 individu. Dari keseluruhan jumlah anggota sistem, jumlah pemuka pendapat ini mempunyai persentase sebesar 13,95% . Persentase ini dapat terbilang kecil apabila dibandingkan dengan jumlah anggota sistem yang cukup besar yaitu berjumlah 43 orang. Dengan demikian, hipotesis penelitian mengenai pemuka pendapat dalam kelompok remaja putri anak asuh panti asuhan Al-Qudduus Yogyakarta tidak terbukti. 3. Hubungan komunikasi dua arah adalah salah satu unit analisis yang penting dalam sebuah analisis jaringan komunikasi. Asumsinya, informasi yang dipertukarkan secara dua arah oleh individu-individu yang berhomofili memiliki kekuatan yang maksimal, dengan demikian proses penyebaran informasi dan proses pemahaman dalam kelompok kelompok remaja putri anak asuh panti asuhan Al-Qudduus Yogyakarta dapat berjalan dengan baik. Dari analisis yang dilakukan atas data-data primer didapat hasil bahwa kelompok remaja putri anak asuh panti asuhan Al-Qudduus Yogyakarta memiliki persentase jumlah hubungan komunikasi dua arah sebesar 1,328%, atau 12 dari kemungkinan 903 potensi hubungan yang mungkin dapat terjadi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa kelompok kelompok remaja putri anak asuh panti asuhan Al-Qudduus Yogyakarta memiliki hubungan dua arah yang besar tidak terbukti.

Kata Kunci : Jaringan Komunikasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.