Sanggar Anak Alam (SALAM) Sekolah Berbasis Komunitas
AZIZAH, Tri Mulyani, Adam Tirta
2011 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Hal ini dikarenakan pendidikan sebagai cara untuk meluaskan pengetahuan dan mencerahkan masa depan. Berbagai pihak membaca kebutuhan ini, sehingga tidak heran apabila pendidikan saat ini semakin bervariasi. Namun dibalik itu semua ada perubahan cara pandang pendidikan, yang menjadikan pendidikan sebagai tanggung jawab sekolah dan guru saja, seolah dengan memasukkan anak ke sekolah tugas orang tua/wali murid telah dilaksanakan, diperparah lagi orang tua/wali murid merasa dengan menyekolahkan ke sekolah yang mahal sebanding dengan hasil yang diperoleh. lalu pertanyaan selanjutnya bagaimana peran orang tua/wali murid dalam mendidik? Oleh karena itulah kemudian SALAM hadir untuk memberikan pilihan pendidikan di Yogyakarta sebagai kota pendidikan. SALAM merupakan sekolah berbasis komunitas yang berusaha mengembalikan esensi pendidikan dengan memadukan tiga unsur pendidikan yaitu fasilitator, anak didik dan orang tua/wali murid. Memadukan konsep pendidikan humanis Paulo Freire dan pola pendidikan Ki Hajar Dewantara. SALAM merupakan lembaga pendidikan independen berbasis komunitas. Peran fasilitator mempengaruhi pencapaian visi dan misi SALAM, dan pencapaian untuk memberikan ruang seluasnya untuk anak melalui penciptaan peristiwa belajar. Penelitian ini menggunakan metode desktiptif-kualitatif. Unit analisisnya adalah pengelola, fasilitator, orang tua/wali murid, dan pihak-pihak diluar SALAM yang terlibat dalam kegiatan SALAM. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel penelitian tidak terpaku pada narasumber yang sama, namun bisa berkembang kepada narasumber lain yang bisa memberikan informasi dan berkaitan dengan data penelitian yang diperlukan. Teknik pengumpulan data dengan terlibat dalam kegiatan SALAM¸ pengamatan, dokumentasi¸ wawancara dan studi pustaka. Sebuah lembaga pendidikan berbasis komunitas independen yang berada di Yogyakarta selama satu dekade berhasil menciptakan lembaga pendidikan sejenis di dua kota yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian, kerjasama antara ketiga unsur pendidikan berjalan dengan sistem kekeluargaan. Rasa kebersamaan, kekeluargaan terasa kental, sehingga ketika berada disekolah serasa dirumah . Melalui cara pendidikan seperti ini anak menemukan kenikmatan dalam belajar, orang tua/wali murid juga mempunyai porsi untuk mendidik anak di sekolah. Fasilitator dan orang tua/wali murid bersama-sama menciptakan kondisi untuk meluaskan ruang gerak anak didik. Sejalan dengan konsep tersebut orang tua/wali murid memahami visi dan misi SALAM. fasilitatorpun berbagi peran, kuatnya pemahaman untuk memberikan ruang ekspresi bagi anak, sehingga orang tua/wali murid pun mempunyai komunitas pendukung visi misi SALAM. Empat bidang konsentrasi SALAM adalah bidang pendidikan, lingkungan, pertanian, kesenian dan budaya. Merupakan pencerminan kondisi sekitar SALAM yang bersebelahan dengan areal persawahan, sekaligus berada di kampung seniman Nitiprayan, serta perhatiannya terhadap keberlanjutan kehidupan melalui pengelolaan lingkungan dieksplorasi dalam bidang pendidikan.
Kata Kunci : Pendidikan