Strategi Keberlangsungan Hidup PKL (Batik dan Souvenir)) Dalam Bersaing Dengan Pusat Perbelanjaan Di Malioboro ( Studi Melalui Paguyuban PELMANI dan Tri Dharma)
AJI, Rizki Baruna, Heru Nugroho
2011 | Skripsi | SosiologiTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menguak apa yang sebenarnya masih dipertahankan, serta motif apa yang dimiliki oleh para PKL di Malioboro itu sendiri sehingga masih bisa bertahan sampai sekarang di tengah persaingan dan hambatan yang semakin rumit dan sulit. Penelitian ini termasuk penelitian Deskriptif Kualitatif, yaitu penelitian yang mendiskripsikan tentang motif-motif yang dimiliki PKL serta faktor-faktor apa saja yang mempengruhi tindakan bertahan PKL Malioboro tersebut. Lokasi penelitian di Jalan Malioboro. Dalam penelitian ini dipergunakan data primer dan sekunder. Tehnik pengumpulan data dengan wawancara. Tehnik analisa data menggunakan tehnik analisa kualitatif dengan pola berpikir deduktif dan induktif, secara kombinasi, yang mendasarkan pada tiga komponen utama yakni meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindakan bertahanya PKL Malioboro disana sangat dipengaruhi upaya-upaya yang dilakukan oleh paguyuban (PELMANI dan TRI DHARMA), dari berbagai aspek. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui, bahwa terdapat peran yang cukup penting yang diemban oleh paguyuban PKL Malioboro di dalam menunjang eksistensi PKL terhadap pesaingnya yaitu sektor formal, serta proses mediasi dan advokasi dengan pemerintah. Paguyuban muncul karena adanya tingkat rasionalitas yang tinggi dimiliki oleh para PKL Malioboro, untuk tetap bertahan disana di tengah persaingan yang dihadirkan di Malioboro. Kemudian dengan adanya tingkat rasionalitas yang tinggi tersebut menciptakan sebuah habitus yang cukup mewakili mereka sebagai “wong cilik” yang mau berjuang serta tidak kenal putus asa dalam bertahan. Habitus tersebut juga berguna sebagai sarana untuk menunjukkan eksistensi PKL Malioboro di depan PEMDA Jogjakarta itu sendiri. Ternyata data yang ditemukan di lapangan sejalan dengan teori habitus yang coba dipaparkan oleh peneliti, PERDA yang dikeluarkan PEMDA Jogja sendiri lebih condong memproteksi eksistensi PKL di Malioboro itu sendiri
Kata Kunci : Pedagang Kaki Lima