Dampak Hedonisme Pada Masyarakat (Asketisme Pemikiran Ibn Khaldun Dengan Pendekatan Negative-Dialektik)
MAS’UL, Zaki, M. Najib Azca
2011 | Skripsi | SosiologiDalam dinamika perkembangan zaman, tantangan peradaban selalu menghadang dan memaksa manusia untuk berkiprah, baik dalam tindakan maupun dalam perhelatan pemikiran. Terlebih pada perkembangan kapitalisme dan modernisme yang telah membawa berbagai perubahan sosial di masyarakat. Termasuk pada perkembangan kemewahan yang konsumtif, yakni hedonisme yang mempengaruhi dinamika peradaban manusia yang cenderung bersifat destruksi. Hal tersebut menjadi refleksi kritis bagi para pemikir dan penggiat sosial untuk melakukan kritik dan tawaran solusi terhadapnya. Termasuk Ibn Khaldun, yang merupakan pemikir abad pertengahan, di mana ia mengupayakan perubahan-perubahan sosial, meskipun melalui (salah satu) karya monumentalnya, yakni Muqaddimah. Suatu tawaran problem solving, yang sekaligus juga merupakan tawaran model berpengetahuan baru, terutama pada zamannya. Walaupun dipisahkan oleh waktu dan tempat yang jauh, segala keresahan dan berbagai pemikirannya telah ikut mewarnai pola pemikiran, bahkan di era kontemporer. Salah satunya ialah analisa Ibn Khaldun terhadap dampak hedonisme, yang ditunjukkan oleh perilaku bermewah yang sangat konsumtif, pada masyarakat dan negara. Bagaimana hedonisme telah mengakibatkan dissolusi solidaritas, degradasi moralitas sosial, dekadensi kebudayaan, melemahnya ketahanan, mundurnya perekonomian, kejatuhan politik dan keruntuhan suatu peradaban negara. Namun, dengan segala pengungkapan tersebut bukan berarti kita diajarkan untuk skeptis dan pesimis. Malah, dengan keresahan tersebut, dengan pendekatan dialektika negatif, Ibn Khaldun memprovokasi dan menginisiasi problem solving, yakni dengan gagasan asketisme yang dibangun dari keresahan akan perilaku non asketis, yaitu hedonisme. Karena orang lebih mudah merumuskan sesuatu dari hal kenegatifannya dibanding suatu idealitas yang utopis, termasuk mitos asketisme. Maka gagasan asketisme Ibn Khaldun bukanlah sikap elit, feodal dan ekslusif, melainkan suatu sikap tanggung jawab sosial. Suatu sikap asketis keprofetikan yang berspirit transformatif. Sehingga asketisme dalam perspektif dialektika negatif, bukanlah suatu utopia yang tidak realistis, melainkan suatu utopia yang ditemukan dalam realita. Keyword: hedonisme, dampak, kemewahan, konsumtif, dialektika-negatif, asketisme, profetik
Kata Kunci : Perubahan Sosial