Laporkan Masalah

Homeschooling Sebagai Salah Satu Pendidikan Alternatif

TIARESAPUTRA, Rizky Jaramaya , Krisdyatmiko

2011 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Perkembangan pendidikan di Indonesia terus berubah seiring dengan perubahan zaman. Arus gelombang modernisasi dan globalisasi dari negara barat mempengaruhi perubahan dalam dunia pendidikan serta memicu munculnya model-model pendidikan. Model pendidikan Homeschooling muncul sebagai salah satu bentuk kritik dari sistem pendidikan yang selama ini masih kaku dan cenderung membebani peserta didik. Homeschooling merupakan sistem pendidikan yang dilakukan dengan menepatkan peserta didik sebagai subyek, serta memberikan kemandirian, kreativitas, dan fleksibilitas dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji alasan masyarakat memilih Homeschooling serta mengetahui proses kegiatan belajar mengajar dalam Homeschooling. Penelitian ini dilakukan di salah satu Homeschooling yakni Komunitas Homeschooling Berkemas yang berlokasi di wilayah Kelurahan Pasar Minggu, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi suasana kegiatan belajar mengajar, wawancara mendalam serta dokumentasi. Homeschooling Berkemas memiliki jenjang pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah. Kurikulum yang dipakai masih mengikuti kurikulum pemerintah, akan tetapi jumlah mata pelajaran yang diberikan hanya sebatas mata pelajaran yang akan dipakai pada saat ujian akhir kesetaraan. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa ada beberapa alasan masyarakat memilih Homeschooling, yang pertama yaitu adanya fleksibilitas metode pembelajaran, sehingga beban pelajaran yang ya ng tidak terlalu padat dan peserta didik tidak merasa berat untuk belajar. Sedangkan yang kedua adalah adanya sebuah fenomena bahwa Homeschooling dijadikan sebagai bentuk pelarian bagi anak-anak yang drop out dari sekolah formal. Bentuk pelarian ini dilatarbelakangi karena anakanak tersebut bermasalah saat berada di sekolah formal dan terlalu asyik dengan kesibukannya di luar sekolah, sehingga mereka banyak ketinggalan pelajaran. Biaya Homeschooling yang terbilang tidak murah memunculkan sebuah indikasi bahwa Homeschooling hanya ditujukan bagi kalangan masyarakat borjuis. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan yang ada saat ini tidak membawa perubahan dalam masyarakat, melainkan hanya memperkuat struktur atas saja. Kemunculan Homeschooling sebagai sebuah sekolah alternatif modern masih belum sepenuhnya merubah sistem pendidikan Indonesia. Homeschooling hanyalah sebuah bentuk tawaran alternatif lain yang muncul dalam dunia pendidikan Indonesia dan belum sepenuhnya memberikan bentuk humanisme pendidikan bagi masyarakat.

Kata Kunci : Pendidikan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.