Strategi Mahasiswa Dalam Menekuni Dunia Usaha
NUGRAHA, Satya Marga, Sri rahayu Sumarah
2011 | Skripsi | SosiologiMahasiswa sebagai komponen kampus yang utama sekarang mengalami peredupan gairah dalam menempuh studi dan mengonstruksi diri sebagai sosok pemalas. Mahasiswa sebagai kaum intelektual sudah kehilangan ruhnya, terlihat dari penurunan peran mahasiswa sebagai akibat dari kegagalan menerima kewajiban sebagai agen perubahan sosial. Mengingat hal itu saya sebagai mahasiswa selalu berusaha mengoptimalkan waktu yang luang itu menjadi waktu yang produktif. Salah satunya adalah pergi ke perpustakaan karena tempat itulah yang bisa menambah kualitas keilmuan seorang mahasiswa. Sebenarnya wajar saja jika mahasiswa bermain-main di waktu luang. Masalahnya adalah apabila terlalu banyak bermain tanpa menyesuaikan dengan waktu belajarnya. Untuk mengatasinya, mahasiswa bisa mengisi waktu luang dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang ada di kampus. Selain dapat mengembangkan bakat dan minat, serta dapat mengenali dan mengeksplorasi diri, dengan mengikuti organisasi ataupun mengikuti kegiatan di kampus, mahasiswa yang juga menjadi lebih terbiasa memecahkan masalah dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah tergabung dalam organisasi. Bagi mahasiswa yang tidak menyukai tergabung dalam suatu organisasi, bisa juga mengembangkan hobiya disesuaikan dengan bakat dan minat dengan melakukan sesuatu kegiatan yang positif. Memang tidak mudah mengisi waktu luang secara produktif, apalagi yang bisa mendukung ”perjuangan” di masa depan. Persoalan mengisi waktu luang akan teratasi jika kita membuka pikiran terhadap kemungkinankemungkinan baru yang makin memperluas cakrawala berpikir. Bagaimana mengisi waktu luang secara produktif dan efektif. Mahasiswa membuat jadwal kegiatan. Setiap aktivitas sehari-hari perlu disusun secara rapi dan menentukan target yang harus dicapai dan bermanfaat. ”Mulai dari bangun tidur sampai dengan tidur lagi, kegiatan yang kita lakukan harus terstruktur secara jelas. Selain itu, harus menentukan target yang harus dicapai pada setiap kegiatan yang dilakukan sehingga dapat memacu semangat untuk mencapai target yang telah ditentukan. Saat ini banyak terpampang di setiap papan-papan kampus berisi tentang tawaran beasiswa, freelance ngajar, lomba karya tulis, fotografi, film pendek, berorganisasi, dan lainnya. Peluang itu sepertinya lebih bermanfaat dan kita bisa dapat uang tambahan, pengalaman yang baru, keberanian keluar dari zona nyaman, memperbanyak jaringan dan teman. Manfaat penting lain yang didapat adalah manajerial waktu yang berguna bagi setiap mahasiswa,terutama pada mahasiswa ilmu sosial dan ilmu politik universitas gadjah mada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, peneliti merupakan instrument utama sekaligus sebagai pengumpul data. Dalam proses penelitian, peneliti langsung berada di lapangan untuk observasi dan mencari data. Kehadiran peneliti mutlak diperlukan di lapangan. Status peneliti diketahui oleh informan. Dari hasil analisis data di lapangan, diperoleh kesimpulan bahwa mereka mempunyai strategi dalam membagi waktu antara kuliah dengan usaha yang dirilisnya, pada dasarnya suatu pekerjaan itu menyenangkan apabila dilakukan dengan semangat dan hobby. Disitu kreatifitas mahasiswa diuji, dimana kita dapat memutar otak untuk menemukan ide-ide yang berguna nantinya. Dan dari mereka yang tercatat masih aktif kuliah dan mempunyai suatu jenis usaha, sebagian besar mereka tidak merasa terganggu dan dapat menjalankan keduanya antara study dengan usahanya secara seimbang. Artinya bahwa mereka dapat menjalankan usahanya tanpa harus mengganggu jadwal kuliahnya/study.
Kata Kunci : Bisnis