Laporkan Masalah

Partai Aceh: Sebuah Genealogi Dan Transformasi (Studi tentang Kemunculan dan Praktek Penyelenggaraan Partai Lokal di Aceh)

BUDI, Arya, Wawan Mas‟udi

2011 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Kajian kepartaian dewasa ini dipenuhi oleh analisis kompetisi dan dinamika struktur internal partai politik di ranah nasional. Tatanan demokrasi yang mendunia akhirnya tidak mampu lagi menghadirkan sebuah studi lahirnya partai politik dalam konteks lokal. Di titik inilah, studi ini menghadirkan kekosongan tersebut dari fakta kemunculan dan praktek penyelenggaraan partai politik lokal di Indonesia. Hadirnya Partai Aceh sebagai praktek partai lokal pertama kali di Indonesia—setelah empat dekade sejak pemilu 1955—perlu kita lihat lebih jauh sebagai sebuah transformasi local cleavage, Gerakan Aceh Merdeka. Lebih lanjut, memahami transformasi organisasional dari gerakan bersenjata menjadi organisasi kepartaian dengan melihat genealogi eksistensinya merupakan framework analisis yang menjadi distingsi dalam studi ini. Artinya, genealogi menjadi cara pandang studi selain sebagai sebuah pertanyaan riset. Sehingga, metode studi kasus sebagai sebuah varian riset kualitatif menjadi cara yang mampu untuk menjawab studi ini. Metode ini relevan karena berusaha menjawab pertanyaan ‗bagaimana‘ dan ‗mengapa‘ Partai Aceh hadir dan menjadi leading party dalam praktek partai politik lokal di Aceh. Oleh karena itu penelusuran dokumen dan arsip-arsip kesejarahan Aceh, catatan-catatan Gerakan Aceh Merdeka, rubrikasi pemberitaan di media, hasil studi terkait, dan wawancara dengan aktor-aktor demokratisasi Aceh merupakan metode pengumpulan data yang perlu dilakukan. Alhasil, studi ini akhirnya menunjukkan Aceh sebagai local cleavage hasil kristalisasi dari hadirnya GAM dalam ruang relasi konflik pusat-daerah. Partai Aceh sebagai salah satu refleksi partai lokal di Indonesia merupakan bentuk cleavage translation sebagai konsekuensi yang ‗tidak disengaja‘ dari proses perdamaian antara GAM dengan Pemerintah RI. Sedangkan Aceh era kesultanan merupakan lantai dasar terbentuknya cleavega sehingga berelasi imajiner dan mewarnai karakter gerakan: Darul Islam Aceh yang mengadopsi perang sabil dan imajinasi Islam kultural, dan GAM yang mengadopsi karakter diplomasi dan imajinasi Acehnese era Iskandar Muda. Sedangkan Partai Aceh sebagai bentuk transformasi Gerakan Aceh Merdeka mengalami transformasi paradigmatik yang akhirnya menggeser imajinasi kebangsaan menjadi perebutan sumber daya. Sehingga, sekalipun secara organisasional mengalami transformasi, struktur elit GAM tidak mengalami perubahan ketika beradaptasi dalam tatanan demokrasi melalui Partai Aceh. Transformasi GAM menjadi PA yang hanya berada di ranah struktur dan setengah hati di ranah kultur, menunjukkan kecenderungan atas translation sebuah local cleavage yang lahir dari ruang relasi konflik pusat-daerah. Kata kunci: Partai Aceh, GAM, Cleavage, Genealogi, Transformasi

Kata Kunci : Partai Politik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.