Laporkan Masalah

Rekontruksi Identitas Lanjut Usia (Studi tentang aktivitas lanjut usia Dusun Senuko, Sidoagung, Godean, Sleman, Yogyakarta dalam upaya rekontruksi identitas)

PRADIPTA, Wikan, Tri Winarni Sunarto Putri

2011 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Memudarnya social value merupakan salah satu penyebab pola hubungan interaksi tradisional kini lebih terbuka. Dimana budaya lokal sebenarnya mendoktrinkan stratifikasi tertutup, khususnya dalam bentuk penghormatan kepada lanjut usia. Hegemoni modernitas mengubah orientasi stratifikasi sosial berdasarkan status jabatan, pada generalisanya status ini yang akhirnya menentukan harga seseorang. Konteks yang lebih luas, apresiasi masyarakat terhadap lansia cendrung sinis, ada bentuk-bentuk stigma yang berkembang dan ini sangat bertentangan dengan rekontruksi citra positif lansia yang digagas para stakeholder ageing. Dimana mereka menganggap hal tersebut sebagai mitos keliru yang keberadaanya cukup memarjinalkan posisi lansia. Berangkat dari permasalahan tersebut maka penelitian ini perlu dilakukan untuk mencari kebenaran akan kondisi lansia guna merekontruksi identitas mereka. Untuk memudahkan penulis menganalisis kasus tersebut maka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori labeling. Secara ringkas teori ini berusaha menjelaskan bahwa stigma sosial terhadap lansia terbentuk akibat proses kontruksi sosial yang diberikan oleh masyarakat melalui interpretasi inter-subyektif. Penelitian dilakukan di Dusun Senuko, Sidoagung, Godean, Sleman, Yogyakarta. Pilihan metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang diawali dengan quick survey. Quick survey dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling) terhadap 90 lansia. Survey ini ditujukan untuk mengetahui karakteristik lansia Senuko secara umum. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptifanalitik. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan literatur terkait. Sedangkan pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling. Sebagai unit analisis dan informan penelitian adalah 20 lansia. Untuk kepentingan triangulasi peneliti memasukkan unsur perangkat desa Kadus 1 orang, Ketua RW dan RT 8 orang, kader posyandu 1 orang, kader kelompok lansia 1 orang, dan 6 orang keluarga lansia sebagai informan dalam penelitian ini. Dari hasil penelitian tidak ditemukan bukti kuat atau fakta relevan terkait stigma yang berkembang dan menjadi asumsi publik selama ini. Faktanya lansia justru terbukti memiliki peran penting, baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam sosial-kemasyarakatan. Para lansia cukup merepresentasikan kemandirian dalam berbagai aspek, termasuk dalam aspek ekonomi. Ditemukan pula partisipasi mereka dalam aktivitas kelompok seperti arisan, rapat, ronda, yaksinan, kelompok lansia, karawitan, pengajian, gotong royong, dsb. Berdasarkan beberapa temuan ini, maka dapat disimpulkan bahwa stigma yang diasumsikan masyarakat selama ini adalah salah, dengan kata lain lansia layak dikontruksikan positif. Sehingga kedepan perlu ada upaya praksis untuk mendorong pencitraan positif terhadap lansia. Setidaknya kita dapat memberikan dukungan bagi mereka agar tetap berdaya. Kata kunci: lansia, aktivitas, sosial, stigma

Kata Kunci : Lanjut Usia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.