Laporkan Masalah

Adopsi Inovasi Operating System (OS) Open Source di Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam Konteks UGM Goes Open source (UGOS)

DEWI, Novi Paramita , Wisnu Martha Adiputra

2011 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Inovasi teknologi senantiasa muncul dalam kehidupan sehari-hari. Tak terkira kemunculan media baru untuk mempermudah proses komunikasi. Open Source sebagai bentuk inovasi teknologi mulai merambah Indonesia. Isu pembajakan serta anti monopoli menjadi alasan terkuat suburnya perkembangan Open Source di Indonesia, khususnya semenjak dicanangkannya Indonesia Goes Open Source (IGOS) oleh lima menteri di Indonesia. Bentuk dukungan IGOS muncul dari berbagai pihak tak terlepas adalah UGM yang mencanangkan program UGM Goes Open Source (UGOS). Semenjak kemunculan UGOS ini mulai muncul aturan untuk menggunakan perangkat lunak legal di UGM. Hal ini menjadi tantangan tersendiri mengingat banyaknya jumlah produk sistem operasi Windows yang telah lebih dahulu digunakan dan harus digantikan oleh sistem operasi Linux bagi unit kerja yang tidak menggunakan perangkat lunak legal. Ini akan sangat berpengaruh terhadap kebiasaan pengguna komputer di unit-unit kerja UGM. Diantara unit-unit kerja tersebut tidak semuanya menerima kebijakan ini, sehingga penelitian ini difokuskan pada dua unit kerja dalam lingkungan universitas yang menerima proses migrasi penggunaan Open Source ini yaitu di organisasi TIK Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Ilmu Budaya. Keduanya dipilih untuk melihat bagaimana proses inovasi Open Source ini dapat diadopsi di kedua organisasi. Kedua organisasi ini juga dipilih mengingat memiliki kedudukan yang seimbang baik dari segi latar kebutuhan karena sama-sama fakultas di bidang ilmu sosial humaniora juga dari segi tahun dimulainya proses difusi inovasi yaitu di tahun 2008. Dengan menggunakan proses difusi inovasi dalam organisasi Rogers sebagai pisau analisis dapat digunakan untuk menggambarkan langkah-langkah dari kemunculan inovasi hingga berakhir pada adopsi maupun penolakan. Dari proses tersebut dapat diketahui meski memiliki alasan yang hampir seimbang untuk diperbandingkan, proses yang terjadi di dalamnya sangat tidak dapat diprediksi. Dinamika organisasi menjadi penentu utama bagaimana sebuah inovasi apakah akan berakhir dengan penerimaan atau penolakan. Sehingga studi kasus ini hanya mampu untuk melihat perbandingan akan tetapi tidak mampu untuk menyusun pola untuk digeneralisasi di organisasi lain jika ingin mengadopsi inovasi sistem operasi Open Source. Dari sinilah diketemukan bahwasanya keputusan inovasi yang bersifat tangan besi dapat menjadi solusi keberhasilan proses adopsi inovasi. Kata Kunci: Proses Adopsi Inovasi, Sistem Operasi Open Source, Organisasi.

Kata Kunci : Komputer


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.