Gaya Konflik Dalam Konflik Darfur (2003-2010)
KUMESAN, Christy Pravita, Nanang Pamuji Mugasejati
2011 | Skripsi | Ilmu Hubungan InternasionalDarfur merupakan salah satu daerah di Sudan yang hingga saat ini masih mengalami konflik. Konflik antar etnis di Darfur telah terjadi sejak tahun 1930-an tetapi baru pada tahun 1980-an konflik antar etnis mengalami peningkatan. Peningkatan terjadinya konflik antar etnis ini disebabkan karena terjadinya kelaparan yang berujung pada perebutan lahan antar kelompok etnis Afrika dan Arab, ketidakadilan, munculnya kelompok pejuang, dan kegagalan komunikasi. Konflik ini kemudian mengalami eskalasi pada Februari 2003 yang melibatkan beberapa kelompok, yaitu pemerintah Sudan, Janjaweed, SLA, dan JEM . Skripsi ini selanjutnya melihat apa pola pemilihan gaya konflik yang digunakan oleh pihak-pihak yang berkonflik dan mengapa mereka menggunakan gaya konflik tersebut. Analisis terutama diarahkan pada konflik periode tahun 2003-2010. Selama tujuh tahun konflik berlangsung masing-masing pihak yang berkonflik seringkali mengganti strategi gaya konflik. Strategi gaya konflik yang paling sering dipilih adalah menyerang. Tetapi ketika berada di meja perundingan strategi gaya konflik kompromi lebih sering digunakan. Perubahan strategi gaya konflik oleh pihak-pihak yang berkonflik ini dipengaruhi oleh kepedulian terhadap pencapaian kepentingan sendiri dan kepedulian terhadap pencapaian kepentingan kelompok lain. Selain itu kelompok-kelompok tersebut memilih suatu strategi dengan melihat tingkat fisibilitas (kemungkinan untuk terjadi), dan juga dari keuntungan yang akan di dapat atau harga yang harus dibayar (cost and benefit). Kata Kunci: Darfur, Konflik, gaya konflik
Kata Kunci : Konflik-Darfur