Pendidikan Alternatif Anak Jalanan Perempuan (Studi tentang Model Belajar Alternatif Anak Jalanan Perempuan Yang Dikembangkan oleh Sanggar “Indriya-Nati”)
WIJAYANTI, Retno , M. Supraja
2011 | Skripsi | SosiologiKompleksitas permasalahan dalam proses pendidikan bagi anak jalanan perempuan banyak dipicu oleh ketidakmampuan dan ketidakberdayaaan anak-anak jalanan untuk memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan formal (sekolah) yang layak. Faktor yang menjadi penyebab atas situasi tersebut adalah kemiskinan yang melanda sebagian besar keluarga anak jalanan. Biaya pendidikan yang semakin mahal dan semakin sulit dijangkau oleh masyarakat miskin menyebabkan orang tua tak mampu lagi menyekolahkan anaknya ke pendidikan formal (sekolah). Berangkat dari keprihatinan tersebut kemudian muncullah sebuah LSM yang diberi nama “Indriya-Nati” lembaga yang concern terhadap permasalahan anak-anak jalanan khususnya anak jalanan perempuan, khususnya memberikan upaya pembelaan anak-anak jalanan yang diberikan oleh lembaga melalui media pendidikan alternatif . Dengan menggunakan prinsip belajar dapat dimana saja, kapan saja, dan apa saja:berbagai model pendidikan alternatif inilah dibangun atas dasar kesederhanaan dan keterbatasan kemampuan, dengan tujuannya meningkatkan kemandirian dan daya kritis anak. Pendidikan yang merupakan usaha mencari jalan keluar dari belenggu ketidakadilan atau ketimpangan dalam masalah pendidikan bagi anak-anak jalanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif–analistis. Informan dalam penelitian ini meliputi; pengurus/staf, relawan dari Indriya-Nati sebagai key informan dan juga beberapa anak-anak jalanan khususnya bagi anak jalanan perempuan yang aktif mengikuti kegiatan belajar alternatif di Komunitas belajar Anak “Sanggar Indriya-Nati”. Dengan menggunakan tehnik porpusive yang bertujuan untuk menjaring informasi secara bertujuan dan berurutan. Sedangkan untuk Tehnik Pengumpulan data menggunakan interview, observasi, dokumentasi dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui proses metode belajar alternatif dan kegiatan-kegiatan yang menunjang belajar alternatif anak jalanan ini, sedikit banyak membantu anak terpenuhi atas hak mereka untuk memperoleh dan mengakses pendidikan. Anak dapat bebas berekspresi, menyatakan diri, mengeluarkan gagasan, menggali dan mengembangkan bakat dan minat mereka dari kegiatan-kegiatan yang dikemas dalam bentuk belajar menyenangkan. Materi pembelajaranyang sengaja dirancang dengan lebih mendekati anak. Dalam proses pembelajaran anak tidak dalam ruangan kelas seperti dalam sekolah formal melainkan anak dapat belajar di alam terbuka. Dalam kegiatannya pun ditekankan bahwa belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Sedangkan metode belajar menggunakan metode bermain, berkesenian, workshop, training, dan perpustakan sebagai media proses belajar anak. Sosialisasi yang dikembangkan dalam kegiatan belajar alternatif tersebut telah mempengaruhi partisipasi anak sebagai kelompok sasaran utama. Dalam hal ini dapat dilihat dari keterlibatan anak dalam setiap kegiatan dimana mereka sangat totalitas dan antusias saat mengikuti proses belajar yang sedang berlangsung. Pembelajaran yang diberikan di komunitas belajar anak “sanggar Indriya-Nati” untuk anak jalanan menggunakan metode yang menarik dan mudah dipahami bagi anak jalanan. Tetapi semua itu tidak akan tercapai dengan optimal tanpa peranan kesadaran orang tua dan masyarakat dalam mendidik anak dan menciptakan lingkungan positif bagi kehidupan anak kedepannya. Kata kunci :pendidikan alternatif, pemberdayaan, anak jalanan perempuan.
Kata Kunci : Pendidikan; Anak jalanan