Laporkan Masalah

Perwujudan Ruang Publik oleh Radio Komunitas” Studi tentang perwujudan ruang publik oleh Radio Komunitas Wiladeg bagi warga Desa Wiladeg

PERMANA, Sukma Indah , Miftah Adhi Iksanto

2011 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Keberadaan ruang publik saat ini telah berperan signifikan terhadap proses pembuatan kebijakan publik. Ruang publik memotong otoritas pemerintah dan memberi ruang lebih bagi pendapat publik secara langsung makin mendapat porsi yang sama dalam mempengaruhi arah keputusan pemerintahan hingga menciptakan isu baru. Radio Komunitas Wiladeg pun menjadi ruang komunikasi dengan segala dinamika kepentingan di dalamnya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini memiliki pertanyaan yang hendak dijawab. Yakni, bagaimana Radio Komunitas mewujudkan ruang publik bagi warga Desa Wiladeg? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan ruang publik dalam radio komunitas dan bagaimana kontribusinya dalam mempengaruhi kebijakan publik. Untuk mendapatkan informasi tentang hal tersebut, penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Data-data dipaparkan dari hasil wawancara dan observasi secara langsung dari lapangan. Ruang publik merupakan ruang kosong yang netral dan bebas dari intervensi. Berbagai kepentingan bebas masuk untuk mendapatkan eksistensinya. Radio Komunitas Wiladeg mewujudkan dirinya sebagai ruang publik dengan indikator-indikator ruang publik yang terwujud di dalamnya. Indikator tersebut terdiri dari adanya respon warga, diskursus yang tercipta, dan forum warga yang terbentuk di dalam radio komunitas Wiladeg. Keterbukaan akses pendengar pada radio komunitas ini, membuka kemungkinan yang sebesar-besarnya bagi pendengar untuk menyampaikan aspirasi, masukan, hingga kritik terkait isu yang sedang berkembang. Radio komunitas ini kemudian juga menjadi ruang komunikasi publik yang berpotensi menciptakan diskursus. Selain menciptakan diskursus, kegiatan komunikasi yang terjadi di dalam Radio Komunitas Wiladeg juga berperan dalam proses legitimasi publik terhadap kebijakan pemerintah. Segala proses komunikasi hingga dinamika pembentukan diskursus di dalam radio komunitas ini diwadahi oleh beberapa forum warga yang terbentuk di dalamnya. Forum warga tersebut antara lain, Sarasehan warga, Paguyuban Pendengar, dan Forum Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani). Di dalam xvi forum tersebut, masing-masing pihak dapat menyampaikan aspirasi terkait kepentingannya untuk dipertemukan dengan kepentingan dari pihak yang lain. Sehingga melalui proses komunikasi, akan diperoleh irisan kepentingan yang mampu mengakomodir kebutuhan semua pihak.

Kata Kunci : Radio Komunitas


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.