Laporkan Masalah

Pengelolaan Logistik Pemerintah Kabupaten Sleman Pada Saat Tanggap Darurat Di Stadion Maguwoharjo

Agustha Purwa Aji K., Erwan Agus Purwanto

2011 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Bencana Erupsi Gunung Merapi 2010 merupakan fenomena yang tidak mudah diprediksi maka dari itu diperlukan pengelolaan terhadap ancaman, risiko, dan kerentanan. Manajemen bencana diselenggarakan untuk mengelola ketiga aspek tersebut. Manajemen bencana dilakukan melalui siklus yang terdiri atas tahap mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan pasca-bencana.Tanggap darurat sebagai salah satu tahap yang harus ditempuh dalam manajemen bencana harus bisa memenuhi kebutuhan pengungsi sesuai dengan standar minimal. Pemerintah selaku penyedia pelayanan logistik juga harus menetapkan standar minimal pengelola an logistik pengungsi pada saat kondisi darurat. Sistem pengelolaan logistik yang telah ditempuh oleh Pengelola Logistik di tempat pengungsian Stadion Maguwoharjo dan sekitarnya tersebut perlu dibuktikan kualitas logistik yang diberikan kepada pengungsi. Pengungsi tersebut menjadi penerima manfaat langsung dari program Pemerintah kabupaten Sleman dalam pemenuhan logistik di tempat pengungsian Stadion Maguwoharjo Sleman. Penelitian ini berusaha menjelaskan pengelolaan logistik pengungsi pada saat tanggap darurat di Kabupaten Sleman dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, penyebaran kuesioner, dan analisis dokumen. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 378 orang responden yang diambil dengan teknik snowballing sampling. Data hasil survei mengenai persepsi pengungsi korban erupsi Gunung Merapi akan disajikan dalam bentuk diagram sehingga lebih mudah dibaca. Hasil survei tersebut ditriangulasikan dengan hasil observasi dan wawancara sehingga diperoleh data yang mendalam. Hasil analisis penelitian berdasarkan persepsi pengungsi menunjukkan kualitas pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi di barak pengungsian Stadion Maguwoharjo sudah cukup menjangkau kebutuhan para pengungsi. Namun beberapa aspek seperti kebutuhan sanitasi dan hunian masih kurang baik. Selain itu penelitian ini mengungkapkan bahwa ada kesenjangan antara barak pengungsian yang disokong oleh pemerintah Kabupaten Sleman dengan barak pengungsian mandiri dalam aspek pemenuhan logistik barak pengungsian. Kesenjangan tersebut disebabkan oleh faktor birokrasi yang masih lemah dalam kecepatan daya tanggap pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi pada saat darurat. Rekomendasi yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan logistik dan pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi selama di barak pengungsian, antara lain: dibuat perencanaan kuantitas dan kualifikasi minimal sumber daya manusia untuk pengelolaan logistik, pengelolaan relawan yang maksimal, penyusunan standar baku pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi selama di barak pengungsian, dan pembuatan aturan yang baku untuk memudahkan pengungsi mengakses fasilitas di barak-barak pengungsian. Kata kunci: Pengungsi, Pengelolaan logistik kemanusiaan, dan Tanggap Darurat

Kata Kunci : Manajemen Bencana


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.