Politik Simbol (Studi Komparasi Jilbab sebagai Simbol Dakwah Perempuan Komunitas Tarbiyah, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia dan Jama’ah Salafi di Lingkungan Kampus Universitas Gadjah Mada)
ISTIQOMAH, Hanifah , Haryanto
2011 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Khasanah berpakaian adalah bagian penting gaya hidup perempuan Indonesia. Silih bergantinya trend menjadi komponen dalam menilai betapa dinamisnya perempuan dalam memandang sebuah pakaian. Perputaran trend inilah yang turut melengkapi keragaman model dan bentuk pakaian yang digunakan perempuan Indonesia termasuk memperkenalkan kembali jilbab sebagai gaya berpakaian perempuan Indonesia. Di luar esensi utamanya sebagai kewajiban perempuan muslimah, jilbab mengalami fase beragam dalam perjalannya, ‘dicap’ sebagai symbol perlawanan bahkan juga disematkan sebagai bagian gaya hidup menjadi beberapa fase penting. Fungsi lainnya yang menarik adalah kemunculan jilbab sebagai simbol identitas komunitas yang secara tidak langsung diperkenalkan oleh Tarbiyah, Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI), dan Jama’ah Salafi. Tarbiyah, MHTI dan Jama’ah Salafi hadir tanpa melalui proses historistas dalam konteks Indonesia. Tiga komunitas ini muncul dengan pengaruh timur tengah yang kental. Oleh karena itu tiga komunitas ini juga tidak memiliki hubungan langsung dengan dua ormas Islam besar yang sudah lebih dulu ada di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama. Latar belakang inilah menjadi bagian penting pemilihan tiga komunitas sebagai fokus penelitian. Penelitian ini mengambil lokus di area kampus Universitas Gadjah Mada. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan sumber data primer dan sekunder melalui metode wawancara mendalam serta observasi lapangan diselingi dengan studi literature. Hasil penelitian didasarkan pada analisa temuan data di lapangan dengan metode interpretasi dalam menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jilbab lahir sebagai politik simbol dengan tanpa kesengajaan,, murni dengan penafsiran masing-masing komunitas berdasar perintah dalam agama Islam. Dengan adanya perbedaan tafsir inilah yang melahirkan ekspresi (politik) yang beragam ketika berada di ruang publik. Jilbab membawa pesan dakwah bagi masing-masing komunitas. Namun, penelitian ini juga tidak hendak berhenti pada justifikasi jilbab mana yang paling benar diantara ketiganya. (Kata kunci : jilbab, politik simbol, identitas komunitas, ruang publik, Tarbiyah, MHTI, Salafi)
Kata Kunci : Islam, Dakwah