Strategi Bertahan Perajin Pahat Batu Di Kabupaten Magelang (Strategi bertahan perajin pahat batu di Kabupaten Magelang dalam menghadapi persaingan di era menurunnya minat masyarakat terhadap benda-ben
Ahmad Syarif Hidayatullah, Soeprapto
2011 | Skripsi | SosiologiTransformasi ekonomi di Indonesia membawa dampak terjadinya industrialisasi yang kemudian menjadi berkah bagi penduduk dalam kehidupan ekonomi. Industrialisasi membawa dampak munculnya sentra-sentra industri yang menjadi lapangan kerja sehingga penduduk dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi seperti halnya yang terdapat di Kabupaten Magelang yaitu pada sentra industri kerajinan pahat batu yang terletak di Dusun Prumpung, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Sentra industri kerajinan pahat batu di Dusun Prumpung, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan berkembang menjadi pusat sentra industri kerajinan pahat batu di Kabupaten Magelang. Seiring dengan perkembangannya sebagai bagian dari sentra industri kerajinan pahat batu di Kabupaten Magelang, permasalahan dan tantangan muncul sedangkan minat masyarakat terhadap kerajinan pahat batu mengalami penurunan yang ditandai oleh menurunnya order/permintaan dari konsumen dari waktu ke waktu. Hal tersebut menjadi tantangan dan permasalahan bagi perajin pahat batu untuk dapat bertahan (survive) dalam menghadapi persaingan di era menurunnya minat masyarakat terhadap benda-benda kerajinan pahat batu. Skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode penelitian kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskripsi berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi atau pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini mengambil konteks masyarakat perajin pahat batu di Dusun Prumpung, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah perajin pahat batu di Dusun Prumpung yang mempunyai usaha kerajinan pahat batu berupa sanggar kerajinan pahat batu. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perajin pahat batu melakukan strategi bertahan dalam menghadapi persaingan di era menurunnya minat masyarkat terhadap kerajinan pahat batu. Strategi bertahan tersebut meliputi menjaga kepuasan konsumen, mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk, gethok tular, penggunan bahan baku alternatif, kontak ulang konsumen, dan iklan produk kerajinan pahat batu di internet. Perajin pahat batu di Dusun Prumpung mempertahankan usaha kerajinan paha batu dikategorikan dalam strategi bertahan secara sederhana dan maju.Strategi bertahan secara sederhana umumnya dilakukan oleh perajin pahat batu kelas menengah ke bawah, sedangkan strategi bertahan yang lebih modern dilakukan oleh perajin pahat batu kelas atas yaitu dengan melakukan iklan produk kerajinan pahat batu di internet. Strategi bertahan, baik secara sederhana maupun modern yang dilakukan oleh perajin pahat batu di Dusun Prumpung masih mampu untuk mempertahankan eksistensi sentra usaha kerajinan pahat batu di Dusun Prumpung, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan sehingga Dusun Prumpung masih menjadi pusat sentra industri kerajinan pahat batu di Kabupaten Magelang.
Kata Kunci : Industri Kecil-Kerajinan