Laporkan Masalah

Pengembangan Sumber Daya Manusia di RIFKA ANNISA WOMEN’S CRISIS CENTER

Ari Surahmad, kosong

2011 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Dalam menjalankan peran sebagai pendukung pemerintah untuk menghapuskan kekerasan terhadap perempuan, Rifka Annisa membutuhkan sumber daya manusia yang mampu melaksanakan program-programnya. Terlaksananya program bergantung pada profesionalisme sumber daya manusia yang tercermin dari komitmen dan kemampuan. Sebagai organisasi yang bersifat kesukarelaan, Rifka Annisa cenderung diminati oleh sumber daya manusia yang mempunyai komitmen yang tinggi. Komitmen tinggi harus didukung dengan kemampuan yang tinggi, karena kedua unsur tersebut merupakan dua faktor yang menentukan kinerja individu. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sumber daya manusia. Rifka Annisa yang bersifat adaptif dengan fleksibilitas yang tinggi memungkinkan untuk mengembangkan metode pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan karakteristik organisasi. Berdasarkan konseptualisasi tersebut, penelitian ini hendak membahas bagaimana pengembangan sumber daya manusia di Rifka Annisa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif melalui metode penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, analisis data sekunder dan observasi. Dari hasil analisis penelitian disimpulkan bahwa pengembangan sumber daya manusia di Rifka Annisa adalah suatu pola tertentu yang dikembangkan sendiri dengan tingkat fleksibilitas yang tinggi tanpa berpedoman pada pola yang dipraktekkan oleh organisasi lain. Pengembangan sumber daya manusia dilaksanakan dengan mengaplikasikan prinsip learning by doing dan menjadikan pencapaian tujuan organisasi sebagai acuan utama. Akan tetapi pelaksanaannya belum mengikuti kurikulum yang jelas. Pengembangan sumber daya manusia cenderung hanya berdasarkan kebutuhan yang bersifat insidental, belum ada perencanaan kebutuhan yang bersifat kontinyu atau jangka panjang. Ketepatan mengikuti jadwal belum dapat dilakukan, sehingga diskusi yang seharusnya berjalan dengan lancar, tidak terlaksana. Pelaksanaan orientasi belum didukung kesiapan materi yang sesuai untuk memenuhi tujuan orientasi. Selanjutnya, Rifka Annisa belum menerapkan sistem evaluasi untuk mengukur tingkat kemampuan sumber daya manusia yang telah mengikuti pengembangan sumber daya manusia. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah menyusun perencanaan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia yang meliputi kebutuhan jangka panjang (satu tahun) berupa kebutuhan manajerial dan substantif, dan kebutuhan jangka pendek (tiga bulan) yang meliputi kebutuhan yang bersifat teknis. Menentukan jadwal yang tepat dengan mempertimbangkan kesibukan sumber daya manusia yang ada, sehingga diskusi dapat diselenggarakan dengan lancar sesuai dengan jadwal. Mempersiapkan materi untuk orientasi yang meliputi teori dan gambaran tetang suasana kerja yang sebenarnya yang dapat disampaikan dalam bentuk film atau simulasi. Pengembangan sumber daya manusia di Rifka Annisa, hendaknya disertai dengan standar untuk mengukur atau mengevaluasi hasil dari program pengembangan oleh manajer divisi internal dan manajer divisi yang terkait dengan program pengembangan sumber daya manusia. Batasan-batasan yang harus diperhatikan dalam pengukuran meliputi: respon sumber daya manusia, peningkatan kemampuan sumber daya manusia, dan peningkatan kinerja sumber daya manusia.

Kata Kunci : Sumber Daya Manusia


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.