Partisipasi Petani Pada Tahap Perencanaan Untuk Mewujudkan Lumbung Pangan Nasional Melalui Program Peningkatan Produksi Pertanian (Studi Kelayakan Sebagai Daerah Lumbung Pangan di Kabupaten Klaten Tah
Moch. Awaludin Burhani, Gabriel Lele
2011 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Kegagalan panen yang menyerang kab. Klaten pada tahun 2010 membuat tingkat produksi padi turun pesat. Tingkat partisipasi petani yang pasif, adanya penyalah gunaan bantuan pertanian dari dinas, penyuluhan pertanian yang belum optimal dan adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi pendorong permasalahan pembangunan pertanian di kab. Klaten pada tahun 2010. Berangkat dari permasalahan tersebut, maka penelitian ini berupaya untuk menjawab rumusan masalah: “Bagaimanakah hubungan antara tingkat partisipasi petani pada tahap perencanaan dalam mewujudkan predikat lumbung pangan nasional melalui program peningkatan produksi pertanian (padi) dan fenomena pembangunan pertanian di kab. Klaten pada tahun 2010?” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara tingkat partisipasi petani pada tahap perencanaan dalam upaya mewujudkan lumbung pangan nasional melalui program peningkatan produksi pertanian (padi) dan melihat fenomena pembangunan pertanian yang terjadi di kab. Klaten pada tahun 2010. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan dibantu metode kuantitatif untuk menjalaskan data yang ada. Metode kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis) dan metode kuantitatif dengan teknis analisis crosstabulation (cross-tab). Logika penelitian yang digunakan adalah berangkat dari pendapat Pretty, dkk dalam Daniel, dkk (2006) menjelaskan definisi partisipasi yakni proses pemberdayaan masyarakat sehingga mampu menyelesaikan sendiri masalah yang dihadapinya dan UU No. 7/1996 dan PP No. 68/2002 bahwa ketahanan pangan sesungguhnya tidak dapat dipenuhi secara individu (pemerintah atau petani saja). Sehingga logika teoritik yang digunakan adalah menyelaraskan perencanaan pembangunan pertanian dari petani dengan program bidang pertanian milik pemerintah agar ada kemandirian dalam pembangunan pertanian di kab. Klaten. Hasil temuan data kualitatif menemukan bahwa respon petani terhadap bantuan pertanian dari dinas ditanggapi berbeda-beda oleh petani. Peran ketua kel. tani dalam memengaruhi perencanaan pertanian masih dianggap dominan. Sedangkan data kuantitatif menemukan bahwa tingkat partisipasi petani pada tahap perencanaan dikategorikan sedang yakni 27,7%. Hasil pengolahan data juga menunjukkan adanya hubungan antara partisipasi petani pada tahap perencanaan dengan program peningkatan produksi pertanian yakni 57,6%. Berangkat dari hasil temuan lapangan, penelitian ini memberikan rekomendasi, antara lain: penyaluran aspirasi petani melalui metode PRA, pengujian kembali terhadap predikat lumbung pangan di kab. Klaten tahun 2010, menindak lanjuti aspirasi petani dalam penelitian ini dan membuat kebijakan untuk monitoring distribusi bantuan pertanian. Kata kunci : Perencanaan, Peningkatan Produksi, Lumbung Pangan
Kata Kunci : Pertanian Pangan