Laporkan Masalah

Strategi Koperasi Tani Muttaqin Dalam Memenuhi Kebutuhan Pupuk Bagi Anggotanya ( Studi pada Koperasi Tani “Muttaqin” di Dusun Pedak, Karangwaru, Plupuh, Sragen)

Eka Novita Sari, Agnes Sunartiningsih

2011 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani atau bekerja dalam sektor agraris. Untuk mendukung usaha petanian yang maju perlu adanya penerapan panca usaha tani, yaitu pemilihan bibit unggul, pengairan, perawatan tanaman, pembasmian hama penyakit dan pemupukan. Akhir-akhir ini masalah penyediaan pupuk sebagai pendukung panca usaha tani mengalami hambatan. Hambatan yang terjadi adalah pupuk menghilang dari pasaran atau langka dan harganya mahal karena sektor swasta ikut memainkan distribusi dan harganya. Untuk mengatasi adanya kelangkaan pupuk itu perlu adanya strategi baik dari pemerintah ataupun dari petani sendiri agar kebutuhannya dapat tercukupi dan kegiatan pertanian yang mereka jalankan masih bisa bertahan. Penelitian ini akan membahas strategi yang diterapkan oleh petani untuk memenuhi kebutuhan pupuknya. Yang menjadi sasaran penelitian adalah koperasi tani Muttaqin yang merupakan koperasi bentukan dari swadaya petani dusun Pedak, Karangwaru, Plupuh, Sragen. Untuk mengetahui strategi yang diterapkan oleh koptan Muttaqin ini harus mempertimbangkan adanya faktor internal dan eksternal yang ada di lingkungan koptan Muttaqin. Kemudian faktor-faktor ini dianalisi dengan menggunakan matrik SWOT untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam menentukan strategi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pupuk bagi anggotanya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dengan metode ini, dapat diketahui secara mendalam gambaran atau deskripsi sosial/fenomena sosial baik yang ada di koptan maupun di masyarakat. Adapun ciri penelitian deskriptif adalah memusatkan pada permasalahan kontemporer, mengumpulkan data dan kemudian data dianalisis dan diinterpretasikan. Hasil penelitian di lapangan menunjukkan adanya 10 strategi yang dijalankan oleh koptan Mutaqin dalam memenuhi kebutuhan pupuk bagi anggotanya. Adapun strategi itu adalah : Strategi koptan menjalin kerjasama dengan kolaborator dalam memenuhi kebutuhan pupuk; Strategi saling membantu, gotong-royong dengan memanfaatkan modal sosial antar anggota koptan untuk memenuhi kebutuhan pupuk; Strategi kemandirian dengan memberikan penyuluhan kepada anggota untuk tidak bergantung pada pupuk kimia dan beralih pada pupuk organik; Strategi pembuatan pupuk organik;Strategi pelayanan pembelian pupuk secara kredit bagi anggota; Strategi memanfaatkan kepercayaan anggota untuk terus memupuk kegiatan koperasi dengan mengembangkan asas dan prinsip koperasi agar terhidar dari toko-toko yang menjual murah namun tidak memberikan keuntungan yang lama; Strategi koptan yang kolektif, tertib, dan transparan untuk terus menjalakan dan mengembangkan usaha koptan; Strategi koptan menjalin kerjasama dengan stake holder untuk mengembangkan usaha koptan; Strategi koptan mengoptimalkan kredit modal dari stake holder untuk menanggulangi keterbatasan dana; Strategi pemanfaatan bantuan pemerintah untuk mendukung usaha koptan dan generasi kepengurusan. Dari 10 strategi diatas, masih ada 3 strategi yang tidak dimasukkan dalam strategi koptan Muttaqin memenuhi kebutuhan pupuk. Hal ini dikarenakan koptan merasa ketiga ini tidak berpengaruh langsung terhadap pemenuhan kebutuhan pupuk. Adapun strategi ini adalah strategi perkuatan organisasi koptan melalui kelompok sosial dalam masyarakat; strategi jaringan sosial dengan modal kekuatan sosial untuk menanggulangi keterbatasan sarana dan prasaran koptan; dan strategi tetap bertahan dengan kondisi seadanya walau dengan keterbatasan. Penulis menyarankan agar ketiga strategi ini tetap dimasukkan dalam strategi koptan memenuhi pupuk anggotanya. Walaupun ketiga strategi ini tidak berpengaruh langsung, namun ikut berkontribusi dalam kinerja koptan. Oleh karena itu perlu pengoptimalan dari ketiga strategi ini.

Kata Kunci : Koperasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.