Laporkan Masalah

Dinamika Gerakan Difabel dalam Eksistensinya

Agyllia Swesti Rahmawati Sukmana Putri,

2011 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Tema besar yang diangkat adalah mengenai ‘gerakan’ difabel dalam usaha memperoleh eksistensinya. Gerakan disini dimaknai sebagai gejolak sosial yang terjadi atas sebuah bentuk ketidakberdayaan pemerintah dalam mengayomi seluruh elemen masyarakatnya, terutama elemen masyarakat difabel. Dalam kajian ilmiah ini, penulis mencoba memaparkan difabel (people with different ability) sebagai salah satu entitas dalam masyarakat yang mempunyai hak dalam memperoleh eksistensinya dan berusaha mengambil peran penting dalam narasi sejarah. Penelitian dalam karya ilmiah ini menggunakan pendekatan kualitatifdeskriptif. Berdasarkan pendekatan ini, data dan hasil penelitian disajikan secara deskriptif analitis. Lokasi penelitian Dria Manunggal, Mandiri Craft, Pusat Rehabilitasi Pundong, Dinas Sosial Provinsi DIY, Zentrum fur Selbstbestimmtes Leben (ZsL), LVR Förderschule, dan tempat-tempat dan transportasi publik. Penggalian data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara dan studi dokumentasi. Lokasi penelitian adalah Dria Manunggal, Mandiri Craft, Pusat Rehabilitasi Pundong, Dinas Sosial Provinsi DIY, Zentrum fur Selbstbestimmtes Leben (ZsL), LVR Förderschule, dan tempat-tempat dan transportasi publik. Lokasi Yogyakarta dipilih karena kota tersebut mempunyai gerakan difabel terkuat dan berhasil menginspirasi gerakan-gerakan difabel di seluruh Indonesia. Sedangkan penentuan lokasi penelitian ketika penelitian di Jerman menggunakan sistem yang berbeda. Penentuan lokasi dari peneliti hanya bersifat rekomendasi sedangkan tempat-temppat yang dikunjungi adalah hasil keputusan dari DAAD Bonn. Pertanyaan besar yang hendak dijawab adalah Bagaimana dinamika ‘gerakan’ difabel dalam usaha memperoleh eksistensinya? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk ‘peminggiran’ yang dialami oleh difabel dn mengetahui upaya rehabilisasi kaum difabel dari pemerintah maupun dari organisasi difabel, meliputi aktifitas LSM, agenda pemerintah dan akses pelayanan publik. Hasil dari penelitian ini adalah dalam kehidupan masyarakat sampai sejauh ini difabel belum memdapatkan persamaan hak. Nihilnya teknologi dan fasilitas untuk difabel menjadi masalah utama bagi mobilitas mereka. Selain itu social exclusion (penolakan sosial) yang masih sering hingga kini menjadi faktor pendorong tidak maksimalnya difabel dalam memperoleh keeksistensiannya.. . Kata kunci : Difabel, Gerakan, Eksistensi.

Kata Kunci : Difabel; Eksistensi Diri


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.