Laporkan Masalah

Politik Dinasti Dan Demokrasi Studi Regenerasi Elit Politik dalam Pemilukada Kabupaten Bantul Tahun 2010

LIsmawati, Sri Djoharwinarlien

2011 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)

Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah secara Langsung (Pemilukada) di Kabupaten Bantul telah digelar dua kali di daerah tersebut. Pemilukada yang kedua telah berlangsung pada tanggal 23 Mei 2010 dan dimenangkan oleh pasangan Sri Suryawidati (Ida Idham Samawi) dan Sumarno (IDAMAN). Semua orang tahu bahwa Sri Suryawidati (Ida Idham Samawi) merupakan istri dari Idham Samawi yang sudah menjabat sebagai Bupati Bantul selama dua periode (10 tahun). Pencalonan dan kemenangan Sri Suryawidati (Ida idham Samawi) dalam Pemilukada Bantul tahun 2010 banyak dibicarakan oleh berbagai fihak sebagai sebuah praktek politik dinasti. Dinasti politik tersebut diinterpretasikan sebagai sebuah upaya untuk melanggengkan kekuasaan, dalam hal ini kekuasaan Idham Samawi. Idham Samawi merupakan Bupati Bantul yang terkenal dengan superioritas politiknya di Kabupaten Bantul. Ia tidak dapat mencalonkan diri kembali dalam Pemilukada Bantul tahun 2010 karena terhalang oleh prosedur demokrasi (Undang-Undang). Namun dalam hal ini Istrinya mencalonkan diri dan berhasil meraih kembali kekuasaan di Bantul. Fenomena kemenangan Sri Suryawidati (Ida Idham Samawi) dalam Pemilukada Bantul tahun 2010 diindikasikan pada kekuatan figur atau kharisma dan peran dari Idham Samawi yang mempengaruhi proses pemilihan. Maka pertanyaannya kemudian Bagaimana Idham Samawi mempersiapkan regenerasi Bupati berikutnya dalam Pemilukada Kabupaten Bantul tahun 2010?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses Idham Samawi menjadi seorang yang superior (kuat) di Kabupaten Bantul dan mengetahui bagaimana Idham Samawi mempersiapkan penggantinya pada Pemilukada Kabupaten Bantul tahun 2010. Penelitian ini dibingkai dengan kerangka analisis dengan menggunakan konsep local strongmen yang relevan dengan obyek kajian. Proses pengambilan data dilakukan melalui kajian pustaka dan wawancara mendalam dan dilanjutkan dengan menganalisis hasil tersebut melalui interpretasi yang dikaji dengan kerangka konsep. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan yang pertama Idham Samawi lahir sebagai elit lokal yang kuat/superior (Local strongmen) diakibatkan dari kesempatan politik yang disediakan oleh konteks Bantul yang saat itu sedang dalam keadaan lemah (weak state) dan hadirnya Idham Samawi sebagai seorang yang kuat (strong society). Kedua, Idham Samawi mengeksistensikan dan memperkuat kuasanya dengan membangun aliansi politik pada dua basis kekuasaan yakni sumber daya formal (pemerintah daerah) dan sumber daya informal (organisasi non-pemerintah). Ketiga, Idham Samawi juga melakukan dominasi dan penetrasi dengan gaya kepemimpinannya dipemerintah daerah yang secara nyata dapat diaplikasikan dengan gaya bahasa dan ide. Ketiga hal tersebut merupakan faktor yang secara signifikan menjadikan Idham Samawi sebagai local strongmen. Disamping itu Idham Samawi juga mampu menciptakan kebijakan populis atau pro-rakyat yang pada akhirnya menciptakan dirinya sebagai aktor populis, dermawan perduli dan menghadirkan kharisma tersendiri dalam masyarakat Bantul. xx Dalam menyiapkan regenerasi untuk Pemilukada Bantul tahun 2010, Idham Samawi melakukan beberapa hal diantaranya pertama, Ia memelihara basis kekutan/kekuasannya dan mengkonsolidasikannya dengan melembagakannya dalam dua wadah yakni secara formal terkonsolidasi dalam Koalisi Projotamansari dan secara informal terkonsolidasi dalam Tim Relawan dan Komunitas Perjuangan. Kedua, Idham Samawi secara nyata memelihara dan melanjutkan kebijakan-kebijakan pro-rakyat yang secara signifikan mempunyai implikasi pada hubungan patronase yang mendominasi. Idham Samawi mampu menyediakan dan mempersiapkan basis kekuasaannya dengan baik untuk dapat dipergunakan bagi generasi penerusnya. Namun disisi yang lain Idham Samawi gagal dalam mempersiapkan kader untuk mentransformasi kepemimpinannya dan melanjutkan estafet kekuasaan secara baik. Hal tersebut yang pada akhirnya merupakan awal dari lahirnya politik dinasti. Yakni Idham Samawi mencalonkan istrinya untuk maju dalam Pemilukada Bantul tahun 2010. Ida Idham Samawi sebagai dinasti mewarisi basis kekutan politik Idham Samawi dan kharisma serta kesuksesan yang telah dibangun Idham Samawi selama sepuluh tahun. Hal ini kemudian disambut secara positif oleh arus yang berada dibawah untuk melanggengkan kuasa Idham Samawi. Ida Idham Samawi merupakan dinasti politik mempunyai kesempatan politik yang besar dan mewarisi basis kekuatan tersebut. (Kata kunci: Idham Samawi, Local Strongmen, regenerasi.

Kata Kunci : Pemerintahan Daerah - DIY


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.