Laporkan Masalah

NASIONALISME DALAM FILM Analisis Semiotik Tentang Representasi Nasionalisme Dalam Film Nagabonar dan Nagabonar Jadi 2

Guruh Bayu Bojro,

2011 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Representasi merupakan proses bagaimana sebuah konsep diimplementasikan. Dalam penelitian ini, penulis ingin melihat bagaimana sebuah nasionalisme direpresentasikan dalam film. Oleh karena itu, maka langkah yang perlu dilakukan adalah menempatkan film sebagai sebuah teks. Dimana teks sendiri merupakan jalinan dari tanda dan kode yang terstruktur. Berangkat dari pemahaman ini, maka peneliti menggunakan semiotika Roland Barthes untuk membongkar struktur tanda pada film. Untuk memetakan konsep nasionalisme, penulis menggunakan definisi yang dikemukakan oleh Anthony D. Smith. Bagi Smith nasionalisme adalah suatu gerakan ideologis untuk mencapai dan mempertahankan otonomi, kesatuan, dan identitas bagi suatu populasi, yang sejumlah anggotanya bertekad untuk membentuk suatu “bangsa” yang aktual atau “bangsa” yang potensial. Dari definisi Smith tersebut, Penulis mengambil tiga sasaran kerja untuk dijadikan acuan menelaah bagian-bagian nasionalisme dalam film. Tiga sasaran tersebut adalah otonomi nasional, kesatuan nasional, dan identitas nasional. Dalam prosesnya, peneliti membongkar tanda hingga pada tahap penandaan tingkat dari Roland Barthes. Di mana suatu mitos bercokol. Dan setiap menstrukturkan tanda, penulkis berusaha memetakannya pada tiga sasaran kerja nasionalisme dari Smith. Setelah proses tersebut, penulis akhirnya mengkomparasikan dua bentuk nasionalisme yang direpresentasikan dalam kedua film dan berusaha menemukan perbandingan berupa perbedaan maupun kesamaan. Pada kesimpulannya, peneliti memetakan suatu pola yang ada pada dua konteks dari film. Bahwa kedua film secara garis besar ingin mengkritisi nilainilai nasionalisme yang ada pada pemerintahannya. Karena dirasa, apa yang mengendap pada perilaku jajaran pemerintahan tidak mencerminkan nilai-nilai nasionalisme yang ideal. Dan kedua film tersebut memandang negatif pada fungsi dan peran pemerintah yang tidak berjalan dengan maksimal. Karena kepentingan rakyat sebagai tujuan didirikan suatu pemerintah, telah terbengkalai. Dari temuan diatas maka, peran ideologi yang ada dalam film mendukung pendapat yang dikemukakan oleh Antonio Gramsci. Bahwasanya film tidak hanya berperan sebagai ideological state apaaratus seperti oleh Althusser. Tetapi ideologi juga memiliki fungsi the battle for competing ideologies. Yang di dalam film, kepentingan rakyat yang ada dalam ideologi nasionalisme berusaha untuk berjuang melawan ideologi dominan.

Kata Kunci : Film


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.