Strategi Media Relations Pemerintah Daerah ( Studi Kasus Strategi Media Relations Kantor Humas dan Informasi Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul dengan TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Aca
Nanang Purnomo, I Gusti Ngurah Putra
2011 | Skripsi | Ilmu KomunikasiDalam menjalankan tugasnya praktisi humas di Kantor Humas dan Informasi Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul telah memahami arti penting menjalankan program media relations. Dimana seluruh kegiatan pemerintah akan tersampiakan dengan baik jika pemerintah mampu memanfaatkan saluran media secara baik pula. Untuk itu Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul melalui Kantor Humas dan Informasi menggagas acara yang bertajuk Taman Gabusan. Acara tersebut merupakan sebuah apresiasi dari pemerintah daerah untuk memberikan ruang informasi kepada publik. Melalui tayangan yang multi konten dan multi format ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi, informasi dan pengembangan media massa dalam rangka meningkatkan peran serta aktif masyarakat dalam pembangunan daerah. Jika kita melihat konsep public relations sebagai fungsi komunikasi dapat kita pahami bahwa kegiatan utama public relations adalah melakukan kegiatan komunikasi sebagai fungsi staf khusus yang melayani para pemimpin organisasi berkomunikasi dengan publik-publiknya. Praktisi public relations menjalankan peran media relations dengan jalan menjaga hubungan dengan media..Program ini selain untuk menyosialisasikan berbagai program pembangunan dan informasi pembangunan kepada masyarakat luas adalah untuk membina serta membangun kerjasama yang harmonis dengan media. Dalam melaksanakan kewajibannya, Kantor Humas dan Informasi dan TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki hubungan ketergantungan yang sangat kental. Petugas humas pemerintah membutuhkan media sebagai sarana penyebarluasan informasi seputar kegiatan pemerintah. Demikian juga jika kita lihat dari sisi media, mereka membutuhkan sumber-sumber informasi dari pemerintah untuk dijadikan bahan berita ataupun sebagai pengisi program siaran media. Program media relations yang dilakukan oleh Kantor Humas dan Informasi ini terus dibina dengan prinsip mitra kerjasama yang saling memahami kepentingan masingmasing sehingga menghasilkan hubungan organisasional yang baik dan bersifat jangka panjang dengan bukti kerjasama yang dilakukan dengan TVRI Stasiun Daerah Yogyakarta ini talah berjalan selama 5 (lima) tahun. Dalam pengelolaan program acara Taman Gabusan, Kantor Humas dan Informasi menggunakan sistem swakelola dimana dalam pelaksanaan pekerjaan ini direncanakan, dikerjakan dan diawasi sendiri. Dalam artian didalam pengelolaan tidak melakukan tender melainkan penunjukan langsung walaupun dana yang digunakan cukup besar. Hal ini didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 tahun 2003 mengenai pedoman pelaksanaan barang/jasa pemerintah dimana dalam keputusan tersebut mengatur tentang sistem pelaksanaan swakelola. Tindakan yang dilakukan Kantor Humas dan Informasi dalam bekerjasama dengan TVRI didasarkan pada 2 (dua) strategi yang dijalankan yakni strategi administratif yang merupakan strategi yang berhubungan dengan kontrak tertulis dan pedoman pelaksanaan program secara tertulis. Strategi administratif ini sangat berperan penting dalam menjalin kerjasama dengan media massa karena didalamnya mengatur secara rinci mengenai tugas masing-masing pihak dan mempunyai keterikatan yang sah secara hukum. Sedangkan strategi yang kedua adalah strategi implementatif yang merupakan strategi yang dirumuskan dan didasarkan pada pembagian kerja antara Kantor Humas dan TVRI baik itu pada tahap pra-produksi, produksi dan paska produksi. Kekurangan dan kelemahan adalah suatu hal yang wajar. Namun kontribusi Taman Gabusan cukup besar terhadap kehidupan bernegara dalam tataran pemerintah daerah. Taman Gabusan juga telah berusaha memberikan ruang yang cukup besar bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasinya. Bagaimanapun dengan kehadiran Taman Gabusan ini telah membuka kran informasi bagi masyarakat Bantul maupun warga Yogyakarta mengenai kinerja dan hasil yang telah dicapai oleh pemerintah daerah Bantul. Pada akhirnya penelitian ini masih jauh dari kesempurnaan. Penulis menyadari sepenuhnya beberapa keterbatasan dari hasil penelitian ini. Namun terlepas dari keterbatasan diatas, setidaknya penulis sudah berusaha untuk melihat bagaimana strategi dan praktik media relations apa saja yang terjadi selama proses, sehingga menghasilkan suatu program Taman Gabusan yang ditayangkan di TVRI Stasiun Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kata Kunci : Hubungan Masyarakat ; Public Relations