Peranan Radio Swasta Dalam Advokasi Kesetaraaan Gender (Studi Kasus terhadap Radio Ria Cindelaras FM di kota Indramayu)
Rosita Sari Ambarwati, Budhy Komarul Zaman
2011 | Skripsi | Ilmu KomunikasiMedia penyiaran swasta pada umumnya dikenal lebih sebagai suatu institusi ekonomi bisnis semata daripada sebagai suatu institusi sosial. Meskipun media penyiaran dalam status kepemilikan apapun tetap memiliki fungsi penting yang serupa dengan media massa bentuk lain misalnya media cetak, dan lain sebagainya. Fungsi penting tersebut yang juga esensial diantaranya adalah fungsi edukasi, fungsi informasi, dan fungsi hiburan. Di dalam fungsi edukasi sendiri terdapat suatu fungsi advokasi media kepada audiens atau khalayak yang mengaksesnya yang belum banyak diberdayakan di kalangan para pelaku media sendiri. Fungsi advokasi di media ini dapat diasosiasikan dengan fungsi edukasi dan fungsi pengawasan (surveillance) media. Meskipun dalam penelitian ini fungsi advokasi yang disoroti adalah advokasi dalam bentuk upaya penyadaran pemahaman audiens atau masyarakat terhadap kesetaraan gender yang penting dalam memandang berbagai persoalan hidup sehari-hari. Secara umum fungsi advokasi ini diketahui lebih banyak dijalankan oleh media-media komunitas yang berafiliasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat atau Organisasi Kemasyarakatan daripada media massa arus utama. Beberapa tahun belakangan ini ada suatu LSM di Jakarta yakni Yayasan Jurnal Perempuan (YJP) yang telah merintis kerja sama dengan media penyiaran swasta lokal Radio Ria Cindelaras yang lebih dikenal sebagai Cinde FM di kota Indramayu, Jawa Barat. Melalui program sosialisasi kesetaraan gender yang diproduksi oleh YJP maupun oleh Radio Cinde sendiri, diharapkan masyarakat Indramayu akan mendapatkan pencerahan mengenai berbagai persoalan terkait gender maupun kesetaraan gender. Menariknya program sosialisasi di Cinde FM ini dikemas dalam beragam bentuk, gaya dan bahasa lokal yang digunakan para penyiarnya. Pengungkapan content program disesuaikan dengan kapasitas audiens radio yang mayoritas berasal dari kalangan sosial – ekonomi menengah ke bawah. Fungsi advokasi tersebut dijalankan oleh sebuah media radio siaran swasta lokal yang memiliki visi misi sejalan dengan fungsi sejati media yakni fungsi edukasi dan informasi. Dimana pada masa sekarang ini tidak banyak radio swasta yang memiliki idealisme dalam membangun masyarakat sebagai bentuk kesadaran bermasyarakat. Apakah radio swasta berperan besar sebagai penghubung atau jembatan dalam komunikasi pembangunan melalui program tersebut sehingga pesanpesannya mampu dipahami dan memberi pencerahan atau sekadar menjadi hiburan bagi para audiensnya yang memiliki tingkat pendidikan relatif rendah? Kata kunci: Fungsi advokasi, radio swasta, kesetaraan gender, komunikasi pembangunan.
Kata Kunci : Gender