Laporkan Masalah

Simulasi Diri Dalam Dunia Virtual Studi Etnografi Penggunaan Situs Microblogging Twitter sebagai Ruang Ekspresi Diri

Ika Yuliana Kurniasih, Syafrizal

2011 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Penelitian ini didasarkan pada praktik bermedia dalam Twitter yang banyak digunakan oleh kaum muda. Dari paparan yang telah dijelaskan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut. Dunia virtual merupakan sebuah ruang yang tidak serta merta terpisah dari dunia sosial. Hal ini disebabkan karena ternyata kedua hal tersebut sebenarnya berhubungan dan saling memengaruhi satu sama lain. Twitter sebagai salah satu media sosial yang penggunaannya populer di kalangan kaum muda memperlihatkan bahwa praktik bermedia di dalamnya melibatkan serangkaian proses negosiasi identitas yang akan dialami oleh para penggunanya. Negosiasi identitas ini merupakan upaya yang dilakukan oleh para pengguna Twitter untuk menjembatani realitas sosial dan realitas virtualnya. Hal ini penting untuk meminimalisir benturan di antara keduanya. Selain itu, proses negosiasi identitas ini juga merupakan sebuah cara yang dilakukan para pengguna Twitter untuk kemudian menyimulasikan dirinya menggunakan kata dan gambar yang dirangkai sedemikian rupa sehingga akan membentuk imaji diri yang diinginkan. Dalam proses negosiasi identitas tersebut, muncul setidaknya empat kemungkinan yang terjadi dalam diri setiap pengguna Twitter, yaitu elevasi, negasi, limitasi, dan paralelisasi identitas mereka di dunia virtual. Elevasi identitas terjadi ketika identitas virtual menguatkan identitas sosial. Negasi merupakan keadaan di mana identitas sosial disangkal atau ditiadakan dalam ruang virtual. Limitasi adalah ketika identitas sosial ditampilkan secara terbatas di dunia virtual sehingga tidak seluruh bagian dari realitas sosial 136 muncul sebagai realitas virtual. Sedangkan yang terakhir adalah paralelisasi di mana identitas virtual tetap sama dengan identitas sosial tanpa mengalami perubahan yang signifikan. Walaupun begitu, setiap individu bisa saja mengalami lebih dari satu jenis negosiasi identitas karena pada dasarnya ada bagian-bagian yang ingin ditonjolkan namun ada juga yang sengaja tidak diperlihatkan. Hanya saja, ketika ada kesenjangan yang terlalu lebar antara identitas sosial dan identitas virtual, maka hal inilah yang kemudia disebut sebagai sebuah benturan identitas yang nantinya akan berpengaruh baik di dunia sosial maupun di dunia virtual.

Kata Kunci : Internet


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.