Laporkan Masalah

Perempuan Pekerja Perawat Dan Relasi Dengan Suami (Studi Peran Ganda Perempuan Pekerja Perawat di Rumah Sakit PELNI, Jakarta)

Purwitasari Septiya Negari, Tadjuddin Noor Effend

2011 | Skripsi | Sosiologi

Perempuan yang memilih untuk menjadi seorang perempuan pekerja khususnya sebagai perawat, memiliki resiko tanggung jawab ganda khususnya dalam urusan rumah tangga. Pekerjaan tersebut tidak hanya berpengaruh pada kondisi rumah tangganya, tetapi juga terhadap relasi perempuan pekerja perawat itu sendiri dengan suami. Berdasarkan keterlibatan perempuan dalam perekonomian keluarga tersebut dipengaruhi adanya anggapan “pelalaian” tugas rumah tangga oleh sang istri. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit PELNI Jakarta. Informan penelitian ini melibatkan 8 orang perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit PELNI. Terdiri atas 4 orang informan di Instalasi Rawat Inap I dan 4 informan lainnya di Instalasi Rawat Inap II. Dalam penelitian ini digunakan metode pene litian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam. Hasil temuan penelitian ini dianalisis menggunakan konsep “cost and reward” terhadap relasi perempuan pekerja perawat dengan suami, sebagai akibat kontribusi ekonomi keduanya dalam keluarga. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peran ganda memiliki nilai positif maupun negatif bagi relasi perempuan pekerja perawat dengan suami. Oleh karena itu, relasi yang terjadi antara informan dengan suami, tidak dapat digeneralisasi hanya dengan perbandingan kontribusi ekonomi keduanya di keluarga. Relasi para informan di ketiga kategorisasi penghasilan sangatlah variatif, sehingga dijelaskan dengan analisis indikator relasi mereka masingmasing. Indikator komunikasi dihasilkan 2 informan berelasi buruk, 2 informan berelasi biasa dan 4 informan berelasi baik. Pada indikator intensitas bertemu, 8 informan memiliki relasi yang baik. Indikator masalah keuangan, 5 informan berelasi buruk dan 3 informan berelasi baik. Indik ator pembagian tugas rumah tangga dihasilkan 3 informan berelasi buruk, 1 informan berelasi biasa, 4 informan berelasi baik. Pada indikator dukungan dan pengambilan keputusan, 4 informan berelasi biasa dan 4 informan berelasi baik. Penjelasan keterkaitan kelima indikator relasi dengan ketiga kategorisasi penghasilan yaitu: (1).Informan berkategorisasi penghasilan lebih besar dari suami, memiliki hasil bervariasi pada indikator komunikasi dan pembagian tugas rumah tangga. (2).Informan berkategorisasi penghasilan lebih kecil dari suami, memiliki hasil bervariasi pada indikator pembagian tugas rumah tangga. (3).Informan berkategorisasi sama dengan suami, memiliki hasil bervariasi pada pembagian tugas rumah tangga serta dukungan dan pengambilan keputusan. Ketiga kategorisasi penghasilan memiliki persamaan permasalahan rumah tangga, yaitu pada pembagian tugas rumah tangga. Dapat dikatakan, urusan rumah tangga masih menjadi masalah klasik para perempuan pekerja khususnya sebagai perawat. Walaupun mereka telah menjalankan peran sebagai istri yang baik, peran sebagai ibu tidak dapat mereka tinggalkan. Para perempuan pekerja ini tetap harus menjalankan pekerjaannya di ranah domestik. Hal tersebut membuktikan bahwa keterlibatan perempuan dalam peningkatan ekonomi keluarga, sangat bervariasi menghasilkan “imbalan” yang berelasi baik, sedang saja maupun buruk.

Kata Kunci : Gender


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.