Respon Mahasiswa Terhadap Kebijakan Membayar Premi Pensiun Di Jepang
Hanik N. Wahyuni, Janianton Damanik
2011 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Menyelenggarakan program jaminan sosial merupakan kewajiban semua negara untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Adanya pergeseran demografi yang ditandai dengan tingginya jumlah aging serta angka harapan hidup tertinggi di dunia, sedangkan kelahiran justru menurun drastis membuat Jepang harus memberikan perhatian ekstra pada jaminan sosial terutama pensiun. Membengkaknya keuangan negara untuk alokasi pensiun menyebabkan pemerintah harus mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan nominal kontribusi pembayaran premi. Tentu saja ini menimbulkan berbagai respon dari para pembayar terutama mahasiswa karena sebagai pembayar pemula. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sikap pro dan kontra mahasiswa terhadap pembayaran premi pensiun serta faktor yang mempengaruhi pada mahasiswa di Fakultas Policy Studies, Universitas Chuo. Unit analisis penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Chuo yang telah berusia 20 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi suasana dan aktivitas mahasiswa yang akan melakukan penundaan pembayaran, wawancara mendalam dengan mahasiswa yang sedang studi di Fakultas Policy Studies, Universitas Chuo, serta dokumentasi dan artikel. Penentuan informan secara snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa secara keseluruhan masih membutuhkan jaminan pensiun untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ketika sudah memasuki usia tidak produktif lagi. Dengan adanya kebijakan pemerintah untuk menaikkan jumlah nominal premi pensiun setiap tahunnya dianggap kurang sesuai dengan kondisi di Jepang saat ini dan hanya menguntungkan salah satu pihak saja itulah yang membuat munculnya sikap pro dan kontra bahkan sikap tidak peduli dari mahasiswa. Sikap pro dan kontra merupakan bentuk reaksi mahasiswa dalam menanggapi kondisi pensiun di negaranya yang dianggap belum dapat memberikan jaminan bagi penggunanya. Namun, sikap kontra mahasiswa belum mampu merubah kebijakan pemerintah secara total. Sikap-sikap yang ditunjukkan oleh mahasiswa tersebut tidak lepas dari faktor-faktor yang mendukungnya, diantaranya faktor keluarga, lingkungan sekitar, kondisi sosial ekonomi, media massa dan faktor pribadi.. Kata kunci: pensiun, sikap, mahasiswa 16
Kata Kunci : Pelayanan Umum; Jepang