Laporkan Masalah

Surat Kabar dan Minat Baca Siswa (Studi Kasus Rubrik Indikasi Radar Jogja dan Minat Baca Siswa SMA Negeri Kota Yogyakarta Tahun 2009-2010)

Sabina Gendis Sahasrakirana, Widodo Agus Setianto

2011 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Membaca sebenarnya merupakan salah satu kebiasaan yang seharusnya dimiliki oleh banyak orang, karena dengan membaca kita bisa membuka wawasan dan mengasah kecerdasan. Remaja membutuhkan kebiasaan membaca untuk perkembangan kecerdasan dan pola bermedia mereka. Munculnya berbagai macam media baru (internet dan televisi) membuat remaja kurang memiliki minat membaca. Surat kabar yang merupakan salah satu media cetak penuh informasi mulai ditinggalkan oleh pembacanya. Semua ini diperkuat dengan semakin menurunya minat membaca remaja di Indonesia. Semua penelitian di dunia bahkan penelitian tahunan yang dilakukan oleh BPS mengatakan bahwa minat membaca surat kabar di Indonesia oleh usia remaja bisa dibilang sangat rendah. Munculnya rubrik muda di berbagai surat kabar terutama surat kabar anak cabang dari Jawa Pos ternyata memberikan pengaruh baru bagi remaja. Tema anak muda yang diusung oleh rubrik muda Radar Jogja yaitu Indikasi berhasil menarik hati remaja untuk terus mengikutinya. Rubrik ini menyajikan berbagai macam pemberitaan tentang remaja, baik itu isu yang sedang hangat dibicarakan atau acara yang dibuat oleh remaja itu sendiri. Pengaruh ini terlihat jelas di kalangan remaja Yogyakarta, terutama siswa SMA Negeri di Yogyakarta yang mulai banyak berlangganan Radar Jogja di tahun 2009 setelah DBL berlangsung di awal tahun 2008. Penelitian ini akan melihat berbagai macam faktor yang dijadikan alasan para remaja untuk membaca Indikasi Radar Jogja. Faktor itu antara lain kedekatan tema, lay out dan bahasa yang ringan menjadi pemicu para remaja untuk intens membaca rubrik ini. Selain itu Indikasi yang selalu memberikan berita tentang kehidupan remaja menjadi salah satu keinginan remaja untuk membaca rubrik ini. Selain itu adanya acara DBL juga membuat para remaja gemar membaca rubrik Indikasi Radar Jogja. Semua itu dipengaruhi oleh teori uses and gratification yang membebaskan para pengguna media untuk memilih media di dalam keseharian mereka. Melalui pendekatan kualitatif dan metode studi kasus eksplanatif dan yang menjelaskan tentang bagaimana sebuah media cetak bisa mempengaruhi pembacanya, setelah itu ditarik kesimpulan atau generalisasi atas fenomena itu. Kota Yogyakarta identik dengan kota pelajar yang notabene memiliki keinginan untuk membaca lebih besar dari daerah lainnya, sehingga dari penelitian ini akan terlihat korelasi antara konten media dan media habits para remaja SMA. Kata Kunci: Surat kabar, Remaja, Radar Jogja, Indikasi, Membaca, lay out, bahasa dan tem

Kata Kunci : Surat Kabar; Minat Pendidikan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.