Peran Institusi Koperasi Dalam Kelangsungan Usaha Industri Kerajinan Batik Kayu
Rosita Mestikaningrum, Heru Nugroho
2011 | Skripsi | SosiologiLatar belakang peneliti untuk membahas tema peran koperasi dan industri kecil kerajinan adalah saat peneliti melihat dan mendalami fenomena yang terjadi di masyarakat lokal wilayah Krebet sebagai sentra penghasil kerajinan batik kayu. Mayoritas masyarakat Krebet menggantungkan hidupnya sebagai penghasil kerajinan batik kayu. Realita yang ditemukan di Krebet bahwa pengrajin anggota koperasi merasa terbantu dengan keberadaan koperasi, serta usaha kerajinan mereka semakin berkembang setelah mereka tergabung dalam aktivitas koperasi Sido Katon. Penelitian mengenai Peran Institusi Koperasi Dalam Kelangsungan Usaha Industri Kerajinan Batik Kayu ini menekankan pada beberapa permasalahan pokok, yaitu pengaruh institusi koperasi terhadap kelangsungan industri kecil kerajinan, aktor-aktor yang berperan dalam mendorong pengembangan koperasi, dan relasi antara aktor dan jejaring sosial (social network) terjalin dalam pengembangan koperasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan snowball sampling (berkembang mengikuti informasi yang diperlukan) dalam pemilihan informannya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (indepth interview), pengamatan atau observasi untuk mendapatkan gambaran setting tempat, dan kondisi sosial ekonomi masyarakatnya dan dokumen untuk melengkapi data penelitian. Proses analisa data diawali dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing and verification), dan penafsiran data. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukkan adanya peran yang diberikan Koperasi Sido Katon dalam memfasilitasi kebutuhan para pengrajin anggotanya. Koperasi Sido Katon mampu hadir sebagai institusi mediasi yang membantu para pengrajin anggotanya untuk semakin berdaya dan mampu mengembangkan kelangsungan usahanya. Situasi inilah menjadikan pengrajin batik kayu anggota koperasi mampu bertahan dan semakin berkembang ke arah yang maju di tengah persaingan iklim usaha yang semakin kompetitif dan terbuka. Sebelum pengrajin anggota bergabung dengan koperasi, sanggar mereka masih kecil dan rentan, dengan didukung koperasi dan kerjasama antar anggotanya maka skala usaha sanggar kerajinan anggota semakin mampu meningkat. Koperasi Sido Katon masih dihadapkan pada masalah yang berkaitan dengan tingkat partisipasi anggota yang masih rendah. Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah koperasi sebagai institusi mediasi mampu berperan dalam mendorong kelangsungan usaha kerajinan batik kayu para anggotanya, di dalamnya terjadi mekanisme saling tolong-menolong antar anggota, kerjasama, dan pemberdayaan bagi anggotanya. Relasi antar aktor yang terjalin di koperasi mampu menghasilkan jaringan sosial yang erat dengan didorong kuatnya kerjasama antar anggota, solidaritas sosial satu dengan lainnya untuk memberikan bantuan bagi salah satu pengrajin anggota yang tengah mengalami kesulitan. Relasi antara aktor dan jaringan sosial saling berkaitan erat dalam mendorong perkembangan koperasi Sido Katon. Kata kunci : Peran, Koperasi, Industri Kerajinan
Kata Kunci : Industri Kecil; Produktivitas