Perilaku Bullying Di Sekolah (Studi di SMA Gadjah Mada Yogyakarta)
BRANI, Ghandi Novenda , Soetomo
2011 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan bersama yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, seharusnya menjadi tempat yang menyenangkan dan kondusif untuk belajar. Namun ditemukannya kasus bullying yang terjadi di sekolah khususnya di SMA Gadjah Mada, sehingga pencapaiaan dari tujuan institusi pendidikan menjadi terhambat. Perilaku bullying yang dapat berupa tindakan agresif secara fisik maupun vebal memiliki dampak pada beberapa aspek seperti fisik, verbal maupun psikis. Adanya dampak yang ditimbulkan jelas keberadaannya dalam dunia pendidikan sangat tidak diharapkan. Perilaku bullying yang sarat akan tindakan kekerasan baik secara fisik, verbal maupun psikis patut menjadi perhatian tersendiri bagi semua komponen pendukung dalam proses pendidikan hal ini terkait dengan lokasi terjadinya yaitu di lingkup sekolah. Terlebih lokasi dari penelitian ini berada di SMA Gadjah Mada yang memiliki siswa yang merupakan pelaku bullying. Ditemukannya kasus bullying di sekolah ini praktis menimbulkan perasaan tidak nyaman yang dirasakan khusunya bagi korban. Pada akhirnya menyebabkan siswa terganggu dalam menerima pelajaran di sekolah. Keadaan ini ditakutkan mampu mempengaruhi prestasi belajar bagi siswa. Ditemukannya kasus bullying di sekolah tidak lepas dari latar belakang timbulnya tindakan bullying. Penelitian ini mencoba meneliti latar belakang apa di balik perilaku bullying dengan harapan nantinya dapat menemukan solusi yang tepat sasaran sehingga dapat memutus mata rantai tindakan bullying di sekolah khususnya. Dalam menjalankan penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengambil data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam maupun dokumentasi. Informan yang digunakan yaitu siswa dan guru di SMA Gadjah Mada dengan rincian 7 siswa dan 8 guru. Proses penelitian yang telah berjalan menghasilkan temuan di lapangan yaitu ditemukannya latar belakang dari timbulnya tindakan bullying yang dilakukan oleh siswa SMA Gadjah Mada. Adanya dominasi siswa pindahan dari berbagai macam sekolah dengan latar belakang penyebab dikeluarkan dari sekolah sebelumnya yang tidak baik, seperti menjadi pelaku tindak kekerasan khususnya bullying. Hal ini menyebabkan pihak SMA Gadjah Mada memiliki tugas berat dalam mengatasi keadaan ini karena jika dibiarkan berlarut- larut akan berdampak negatif baik bagi sekolah maupun bagi siswa pada khususnya. Setelah melewati proses penelitian menunjukan bahwa lingkungan keluarga memiliki andil besar dalam memicu timbulnya tindakan bullying. Terlebih saat bersekolah di SMA Gadjah Mada, siswa yang memiliki latar belakang kurang baik tersebut ditampung menjadi satu. Semakin menumbuh suburkan perilaku bullying dan korbannya adalah siswa minoritas yang memiliki ciri seperti pendiam, kurang memiliki banyak teman maupun kurang dapat membuka diri terhadap siswa baru. Terlebih orang tua dari pelaku bullying tersebut tidak memberikan perhatian terhadap perilaku dari anaknya. Sehingga semakin membuat si anak merasa hal tersebut bukanlah suatu tindakan yang salah. Komunitas maupun lingkungan pergaulan pun memiliki andil dalam tindakan bullying. Lingkungan pergaulan yang negatif seperti mayoritas sebagai pelaku bullying akan memberikan pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung. Seorang anak yang tadinya tidak mengenal tindakan bullying jika memiliki teman seorang pelaku bullying lambat laun anak tersebut belajar dari temannya yang merupakan pelaku bullying. Keadaan di SMA Gadjah Mada memperlihatkan bahwa homogenitas suatu komunitas khususnya pelaku bullying mampu mencetak pelaku bullying baru. Telah ditemukannya latar belakang dari tindakan bullying nantinya mampu memicu timbulnya upaya yang dilakukan komponen terkait seperti pihak sekolah maupun orang tua. Upaya yang dilakukan pihak sekolah seperti memberikan perhatian yang lebih terhadap siswa melalui pendekatan maupun menjalin komunikasi yang baik antara pihak sekolah dengan orang tua siswa.
Kata Kunci : Kenakalan Anak