Strategi Pemenangan Dalam Pemilihan Kepala Daerah Studi Kasus : Strategi Pemenangan Pasangan Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu Dalam Pemilukada Sleman
Ika Yuni Prihatnawati, AAGN Ari Dwipayana
2011 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa dan bagaimana strategi pemenangan yang digunakan pasangan Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu dalam menghadapi lawan-lawannya pada Pemilukada Sleman 2011. Dalam penelitian ini, pasangan Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu yang memiliki perbedaan latar belakang berhasil mengungguli enam pasangan lainnya. Penelitian ini berjenis kualitatif yang menggunakan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, studi literatur, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menemukan beberapa strategi yang menjadi kunci yang diterapkan pasangan Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu. Langkah awal dengan melakukan koalisi tiga partai, yaitu PDI-P, PAN, dan Gerindra. Penguatan basis massa dari masing-masing partai, didukung tim yang solid, menjadi langkah awal yang cukup cermat. Kemudian dengan memanfaatkan relasi jaringan yang terbangun antara kandidat, baik Sri Purnomo maupun Yuni Satia Rahayu dengan organisasi-organisasi masyarakat yang mendukung mereka. Beberapa ormas yang turut berkontribusi terhadap pasangan ini antara lain Gapoktan, PGRI, Komite Tegar Budaya, Persyarikatan Muhammadiyah, Forum Ketokohan Masyarakat, dan Sleman Peduli. Hal ini dimanfaatkan oleh Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu untuk menjangkau berbagai elemen yang ada di Kabupaten Sleman karena masing-masing ormas memiliki titik bidik yang berbeda. Selain itu, pemanfaatan modal sosial yang terbangun sejak lama, terutama dalam hal pendekatan kepada masyarakat. Posisi Sri Purnomo pada periode sebelumnya sebagai wakil bupati memberikan banyak keuntungan bagi pasangan ini. Kegiatan Sri Purnomo yang banyak terjun ke masyarakat sekaligus menjadi modal dalam membangun citra pemimpin yang dekat dengan rakyat. Begitu juga pada masa kampanye yang banyak digunakan kandidat untuk bertemu langsung dengan rakyat, dalam rangka penanaman citra bahwa pemimpin harus bisa melayani masyarakat. Secara teoritis, hasil penelitian menunjukkan bahwa marketing politik yang terdiri dari riset politik, segmentasi, targeting, dan positioning menjadi rangkaian strategi untuk meraih simpati masyarakat. Adapun relasi jaringan digunakan untuk memperkuat basis massa yang ada. Kata kunci: strategi pemenangan, pemilihan kepala daerah.
Kata Kunci : Pemilihan Umum kepala Daerah