Laporkan Masalah

Pembiayaan Pendidikan Membatasi Aksesibilitas Layanan Pendidikan Progam Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di SMA Negeri 1 Surakarta Jawa Tengah

Ferri Wicaksono, Ambar Teguh Sulistiyani

2011 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Pemerintah menyadari pentingnya pendidikan yang bermutu bagi bangsa Indonesia. Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan, pemerintah telah mengembangkan sekolah yang berpotensi melaksanakan layanan pendidikan yang berkualitas dan menghasilkan lulusan yang diakui secara nasional maupun internasional. Layanan pendidikan berkualitas tersebut diawali dengan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang dikembangkan selalu memberikan jaminan kualitas kepada stakeholders. Namun akhir – akhir ini sering bermunculan berita yang menyatakan program RSBI memunculkan kesan diskriminatif. Dilema mahalnya biaya pendidikan program RSBI seolah – olah membatasi ruang gerak kelompok masyarakat berpendapatan rendah dalam mengakses layanan pendidikan program RSBI. Meskipun RSBI sudah dikembangkan sejak tahun 2006, akan tetapi sampai saat ini masih banyak masyarakat golongan ekonomi lemah mengeluhkan ketidakmampuan mereka dalam mengakses layanan pendidikan program RSBI dikarenakan faktor biaya. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif, hal ini dikarenakan dengan metode tersebut akan memudahkan penulis ketika menganalisis realitas sosial secara lebih mendalam. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analitis. Pendekatan ini dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu variabel atau tema, gejala atau keadaan yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian yang dilakukan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan kepustakaan. Sedangkan teknik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan dan verifikasi. Untuk teknik pemeriksaan data menggunakan dua langkah yakni ketekunan atau keajegan pengamatan dan verifikasi. Dalam pembiayaan pendidikan program Rintisan SMA BI pemerintah dinilai salah menempatkan masyarakat/orang tua murid sebagai salah satu sumber pembiayaan program Rintisan SMA BI. Rintisan SMA BI membutuhkan biaya yang besar dalam pengembangannya. Ketidakterlibatan Pemerintah Kota Surakarta dalam memberikan bantuan finansial secara rutin tiap tahun melalui dana block grant terhadap SMA Negeri 1 Surakarta sebagai sekolah penyelenggara program Rintisan SMA BI menjadi pemicu semakin tingginya biaya pendidikan yang harus ditanggung masyarakat/orang tua murid untuk dapat mengakses layanan pendidikan program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Persepsi biaya pendidikan mahal akan dirasakan bagi mereka yang berasal dari golongan ekonomi lemah. Layanan pendidikan program RSBI dinilai tidak perlu untuk dikembangkan karena tidak relevan dengan tuntutan masyarakat Indonesia. Hal ini terbukti dengan belum efektifnya pelaksanaan pembiayaan pendidikan program RSBI sehingga membatasi aksesibilitas golongan masyarakat ekonomi lemah atau berpendapatan rendah untuk dapat mengakses layanan pendidikan program RSBI. Pendidikan berkualitas namun mahal hanya akan menimbulkan kesenjangan terhadap kelas sosial tertentu dalam masyarakat.

Kata Kunci : Pendidikan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.