Laporkan Masalah

Peran Public Relations Pada Bank Sentral Studi Kasus Peran Public Relations Kantor Bank Indonesia Solo dalam Menjaga dan Membangun Reputasi pada Tingkat Daerah

Angga Pradipta, I Gusti Ngurah Putra

2011 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Berdasarkan uraian penjelasan dari bab – bab sebelumnya serta hasil penelitian yang telah dilakukan penulis terhadap peran public relations Kantor Bank Indonesia Solo dalam menjaga dan membangun reputasi pada tingkat daerah, maka dapat diambil beberapa kesimpulan, antara lain: 1. Adanya permasalahan reputasi pada Kantor Bank Indonesia Solo, hal ini dapat dilihat dari masih lemahnya pengawasan Kantor Bank Indonesia Solo terhadap bank – bank yang ada di daerah, seperti halnya permasalahan BPR di wilayah Soloraya, bahasa Kantor Bank Indonesia Solo dinilai terlalu tinggi sehingga peran dan fungsi strategis Kantor Bank Indonesia Solo masih sulit dipahami masyarakat secara umum, sistem penukaran uang baru saat menjelang lebaran pada Kantor Bank Indonesia Solo kepada masyarakat terlihat masih buruk, dibuktikan dengan masih adanya antrian yang panjang, dan koordinasi antara Kantor Bank Indonesia Solo dengan penegak hukum masih lemah, dibuktikan dengan maraknya peredaran uang palsu di wilayah Soloraya. 2. Dalam menjaga, memulihkan, dan membangun reputasi kembali, Kantor Bank Indonesia Solo berserta humas atau public relations menerapkan dan menjalankan langkah – langkah strategis dan taktis, mulai dari kegiatan dalam internal perusahaan maupun eksternal perusahaan, antara lain implementasi manajemen isu terkoordinasi, meningkatkan manajemen hubungan stakeholder, mengembangkan corporate citizenship, mengelola isu kritikal secara efektif, leadership and shared vision, dan infrastruktur pengelolaan komunikasi. 3. Adanya prinsip pengelolaan komunikasi “satu pintu” yang diterapkan Kantor Bank Indonesia Solo yang bertujuan untuk konsistensi pesan dan efektivitas komunikasi (mencegah redudancy). 4. Tidak adanya divisi khusus bagian humas dalam Kantor Bank Indonesia Solo maupun Kantor Bank Indonesia di wilayah lain. Divisi khusus humas hanya ada di Bank Indonesia pusat yang berada di Jakarta. Dalam menjalankan aktivitas kehumasannya, selama ini pejabat public relations Kantor Bank Indonesia Solo tergabung dalam KKSS (Kelompok Kajian dan Survei) dalam bidang ekonomi moneter. 5. Proses penyampaian komunikasi dalam sosialisasi kegiatan atau program yang dilakukan public relations Kantor Bank Indonesia Solo disesuaikan dengan budaya daerah yang ditempatinya. Jadi terdapat perbedaan antara Kantor Bank Indonesia Solo dengan Kantor Bank Indonesia di daerah lain. 6. Dalam menjalankan aktivitas kehumasannya, public relations Kantor Bank Indonesia Solo juga selalu dilibatkan dalam internal perusahaan melalui proses atau pengambilan kebijakan atau keputusan sehingga bukan sekedar hanya sebagai corong atau juru bicara. Humas atau public relations Kantor Bank Indonesia Solo turut mensosialisasikan kebijakan - kebijakan Dewan Gubernur baik itu terkait dengan ketentuan bidang ekonomi moneter, perbankan, dan sistem pembayaran. 7. Manajemen puncak Kantor Bank Indonesia menyadari akan fungsi peran public relations yang sangat luar biasa dan penting, yaitu sebagai “pemadam kebakaran” yang berarti seorang humas harus pintar dan dapat menenangkan situasi, tidak boleh terpengaruh dengan keadaan apapun, dan seorang humas juga harus punya kompetensi atau kemampuan, serta mempunyai integritas. Public Relations Kantor Bank Indonesia Solo dipahami manajemen puncak sebagai jembatan komunikasi antara perusahaan dengan publik atau stakeholder sehingga prinsip model PR simetris dua arah (two-way symmetrical model of Public Relations) terlaksana dan tercapai. 8. Peran public relations Kantor Bank Indonesia Solo secara umum baik , efektif, dan berhasil dalam menjaga dan membangun reputasi pada tingkat daerah. Hal ini dibuktikan dengan melihat dampak positif yang dihasilkan dari implementasi program atau kegiatan terhadap perusahaan sehingga tercipta persepsi publik yang positif terhadap kinerja tugas pokok, penguatan governance, dan terkelolanya isu kritikal yang efektif. Pada intinya, secara keseluruhan dalam penelitian ini, penulis menghadapi sejumlah kendala, yaitu sumber informan yang sulit dijumpai sehingga memerlukan waktu lebih dalam mendapatkan data yang diperlukan dan masalah keterbatasan data yang diperoleh. Keterbatasan tersebut disebabkan karena sejumlah data yang tergolong sebagai rahasia internal perusahaan. Hal ini menyebabkan penulis sedikit banyak mengalami kesulitan saat tahap penganalisaan data. Namun menurut penulis, kendala mengenai data rahasia internal perusahaan tersebut dapat sedikit bisa dikurangi dengan kesediaan dari humas atau public relations Kantor Bank Indonesia Solo untuk memberikan penjelasan dan gambaran mengenai data yang diperlukan dan dimaksud serta diijinkannya penulis menginterpretasikan dengan gaya dan bahasa sendiri dari semua data yang didapat, baik melalui wawancara, observasi, dan dokumen.

Kata Kunci : Analisa Kebijakan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.