Penggunaan Seni Sebagai Media Komunikasi Di Lembaga Swadaya Masyarakat Anak Wayang Indonesia (LSM AWI) (Studi Kasus Digunakannya Media Seni dan Tradisi dalam Program Pendampingan Anak oleh LSM AWI)
Geigy Sartika Bintang Maharani, Widodo Agus Setianto
2011 | Skripsi | Ilmu KomunikasiDiperlukan pemilihan serta penetapan media komunikasi yang tepat, untuk menyampaikan pesan yang ingin disampaikan dari komunikator kepada sasarannya. Media komunikasi merupakan salah satu elemen penting dalam keberhasilan penyampaian pesan, sehingga pemilihan media dalam sebuah proses komunikasi harus ditentukan dengan tepat dan benar. Tanpa media komunikasi yang tepat maka pesan yang ingin disampaikan menjadi lebih sulit untuk disampaikan akibat pesan yang terpotong-potong dan tidak berintegrasi. Penyampaian pesan akan hak anak untuk mendapatkan pendidikan, waktu luang dan seni budaya, kesehatan, kebebasan dan sipil (kewarganegaraan) dari LSM AWI kepada anak-anak poor community yang berada di wilayah Pakelrejo, Mergangsang dan Juminah dapat tersampaikan dengan baik. Sehingga saat ini anak-anak dampingan dapat memahami serta meminta hak-haknya sebagai anak. Keberhasilan penyampaian pesan ini, tidak lain dikarenakan pemilihan serta penggunaan seni sebagai media komunikasi di LSM AWI yang tepat. Dimana media seni dan tradisi ini dapat dijadikan sebagai media hiburan bagi anak, serta media komunikasi dalam memperlajari banyak hal baik berupa pendidikan formal maupun non formal. Sebagai kesimpulan dari paparan analisis yang sudah peneliti buat, dapat disimpulkan bahwa penggunaan seni sebagai media komunikasi di LSM AWI digunakan dengan metode pengenalan kegiatan seni budaya rakyat. Metode ini dilakukan dengan cara menggunakan media seni sebagai media penyampaian pesan. Bentuk kesenian yang kerap digunakan oleh LSM AWI adalah seni pertunjukan, seni musik, seni gambar dan seni audio visual. Keempat bentuk kesenian ini dipilih atas dasar sasaran utama LSM AWI ialah anak-anak, sehingga mengikuti perkembangan kepribadian anak, yang mana disesuaikan dengan usia dan cara berfikirnya. Selain itu pemilihan bentuk kesenian ini dipilih karena anak-anak yang notabene-nya dapat lebih tertarik dan menyerap pesan dengan baik apabila disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan tidak terlalu serius. Lewat kegiatan menyenangkan yang positif, anak bukan hanya sekedar memberikan kesenangan, akan tetapi juga memiliki manfaat yang sangat besar bagi anak, seperti bisa menggunakan otot tubuhnya, menstimulasi penginderaannya, menjelajahi dunia sekitarnya, dan mengenali lingkungan tempat ia tinggal termasuk mengenali dirinya sendiri. Penggunaan seni sebagai media komunikasi di LSM AWI ini melalui tiga tahapan, yakni perencanaan, implementasi serta pengawasan dan evaluasi. Dimana dalam menganalisis penelian ini menggunakan teori Shanon Weaver untuk melihat proses penyampaian pesan yang terjadi antara pendamping LSM AWI dengan anak damping. Penggunaan teori Shanon Weaver digunakan dalam penelitian ini karena teori ini dirasa dapat memberikan gambaran mengenai pesan yang terkirim. Selain itu pula pemilihan teori ini didasarkan atas teori ini akan menjelaskan bagaimana alat dan saluran komunikasi mengirim simbol-simbol dari satu titik di suatu tempat ke titik lain di tempat lainnya. Selain itu model ini memiliki perspektif matematis yang berfokus pada frekuwensi sinyal yang diterima dalam proses transmisi informasi, serta efisiensi dari saluran komunikasi yang digunakan, dan bukan sekedar berfokus pada pesan yang disampaikan. Sehingga pemilihan ini dirasa sesuai dengan penelitian ini. Penyebaran informasi melalui media seni yang ada di LSM AWI ini merupakan bentuk komunikasi antarpribadi dan kelompok satu arah yang tidak memerlukan feedback langsung dari sasaran. Dengan mengamati elemen-elemen yang ada didalam komunikasi yang terjadi dalam program pendampingan anak, maka akan diketahui bagaimana pesan itu dapat tersampaikan dari para pendamping LSM AWI kepada anak dampingan. Dimana penegasan elemen-elemen ini sesuai deng teori model komunikasi Shanon Weaver, yakni : sumber informasi (Information source), pengirim sinyal (Transmitter), penyandian pesan (Encoding), penerimaan pesan (Receiver), penginterpretasi pesan (Decoding), tujuan (Destination), sumber gangguan (Source Noise).
Kata Kunci : Seni