Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Di Desa Duwet Kabupaten Gunungkidul (Studi Mengenai Pengelolaan Air Bersih))
Muhamad Agus Rohadiyanto, Ario Wicaksono
2011 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Kekayaan alam Gunungkidul didukung oleh kondisi sosiologis masyarakatnya mendorong bermunculannya pengelolaan air bersih di berbagai wilayah pedesaanan termasuk di Desa Duwet. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan air bersih di Desa Duwet dengan menjelaskan sejarah terwujudnya pengelolaan serta melakukan analisis terhadap masing-masing karakteristik yang ditimbulkan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitataif deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah : desa Duwet dalam usaha pemenuhan air bersih yang dilakukan. Hal ini dikarenakan yang ingin dicari disini adalah bagaimana terwujudnya sistem air bersih, apakah ada partisipasi masyarakat didalamnya, apakah ada CBRM dalam prosesnya serta bagaimana sikap aktor-aktor yang terlibat dalam pengelolaan air bersih tersebut. Sedangkan unit amatan yang digunakan adalah individu masyarakat yang berada di desa Duwet. Begitu pula dengan data pendukung penelitian ini. Data pendukung didapat dari OPA selaku organisasi pengelola air ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, review literatur dan dokumentasi sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Pengelolaan air di Desa Duwet merupakan suatu sistem penyediaan air minum melalui jaringan pipa merupakan suatu sistem yang terbentuk berdasarkan keinginan masyarakat untuk mengurangi beban hidup dan meningkatkan kesejahteraan hidup dengan cara memanfaatkan sumberdaya lokal yang tersedia. Dalam pengelolaan air di desa tersebut diketahui bahwa keadaan ekonomi masyarakat dan geografi wilayah yang tidak memungkinkan untuk meneruskan pola lama yang juga distimulasi infrastuktur dari pemerintah, mendorong kemauan masyarakat untuk untuk bergerak membangun wilayahnya. Dalam penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa pengelolaan air di desa tersebut tidak menekankan pada komunitas sebagai basis dari pembangunan dan pengembangan yang didalamnya tidak terlalu terkandung karakteristik CBRM yaitu desentralisasi, pemberdayaan, keberlanjutan, proses belajar sosial, dan partisipasi masarakat.
Kata Kunci : Pengelolaan Air Bersih