Laporkan Masalah

Peran Bidang Peternakan, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman dalam Pemberdayaan Peternak Sapi di Desa Margodadi, Sayegan Kabupaten Sleman

Aditya Purnama WN, H. Suharyanto

2011 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Kebijakan impor sapi saat ini ibarat pedang bermata dua disatu sisi impor sapi membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup disisi lain kebijakan impor membuat terpuruknya harga sapi lokal sehingga menyulitkan kehidupan peternak sapi kecil. Di Desa Margodadi dampak impor membuat peternak kesulitan baik itu dalam mengembangkan ternak maupun memelihara ternak sapi, sehingga berdampak pada penurunan kehidupan peternak sapi serta berkurangnya sapi lokal akibat keengganan peternak untuk mengembangkan hewan ternak sapi. Dalam pemberdayaan ini pemerintah mengharapkan peternak sapi mampu mengembangkan potensi yang dimiliki serta mampu bertahan dalam menghadapi persoalan keterpurukan harga sapi dengan bantuan program berupa penyuluhan, bantuan pinjaman modal serta pengembangan limbah ternak serta mensukseskan program swasembada daging sapi sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 19/Permentan/OT.140/2/2010 tentang Program Swasembada Daging Sapi. Hasil dari penelitian menunjukan peran Bidang Peternakan Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan yang belum memberikan dampak yang signifikan terlihat dari upaya dinas melalui beberapa program menemui kendala dalam pelaksanaanya semisal Pengembangan SDM peternak yang dilakukan oleh dinas terhadang oleh minimnya penyuluh peternakan membuat hal ini membuat arus informasi dari dinas kepada peternak menjadi terhambat. Program pengembnagn biogas dan pupuk kandang yang dimaksudkan untuk membantu kehidupan peternak pada praktenya terkendala masalah pasar serta persaingan dengan produsen besar. kebijakan impor sapi masih ada membuat pengembangan ternak menjadi tidak maksimal. Faktorfaktor mendorong antara lain partisipasi masyarakat, ketersediaan anggaran serta kemitraan sedang faktor penghambat adalah kurangnya tenaga penyuluh peternakan. Rekomendasi yang dapat diberikan untuk penelitian ini antara lain perlunya peningkatan komitmen penyuluh peternakan dalam pemberdayaan peternak sapi, pengoptimalan pemanfaatan limbah sisa peternakan, Perlunya penyesuaian jumlah kelompok dengan tenaga penyuluh dan perlunya pelatihan intensif bagi kelompok penerima bantuan pemerintah. Kata Kunci: Peran Pemerintah, pemberdayaan

Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat; Peternakan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.