Resistensi Masyarakat Petani dan Penambang Pasir di Kawasan Gunung Merapi Terhadap Kebijakan Taman Nasional Gunung Merapi Tahun 2011
Teguh Prayitno, Samodra Wibowo
2011 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Kawasan Gunung Merapi merupakan kawasan yang penting sebagai penyangga kehidupan masyarakat di sekitarnya. Salah satu cara untuk melestarikan hutan beserta ekosistem di kawasan Gunung Merapi adalah dengan menetapkan status taman nasional. Status taman nasional yang berlaku di kawasan Gunung Merapi ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 134/MenHut-II/2004 tentang Taman Nasional Gunung Merapi. Penetapan status ini mengundang banyak permasalahan terutama tentang hak akses kawasan Gunung Merapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi masyarakat petani dan penambang pasir di kawasan Gunung Merapi terhadap kebijakan Taman Nasional Gunung Merapi. Jenis Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian ini mengunakan unit analisis berupa masyarakat petani dan penambang pasir di Dusun Tempel Ngargosoko dan Dusun Njenglik Ngablak Kecamatan Srumbung. Data dan informasi pada penelitian ini diperoleh melalui wawancara, studi pustaka dan observasi di Taman Nasional Gunung Merapi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan penetapan status Taman Nasional Gunung Merapi dipengaruhi oleh kepentingan politis dan teknis. Terdapat beberapa permasalahan di Taman Nasional Gunung Merapi seperti manajemen zonasi yang belum diterapkan dan persepsi masyarakat yang negatif tentang Taman Nasional Gunung Merapi akibat kurangnya informasi tentang Taman Nasional Gunung Merapi. Resistensi yang dilakukan oleh masyarakat melalui jalur hukum dan dilanjutkan dengan perlawanan secara kultural yaitu tetap mengakses sumberdaya Taman Nasional Gunung Merapi sesuai dengan tradisi masyarakat setempat. Kata kunci: Taman Nasional, Resistensi 1 Mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara FISIPOL UGM, NIM: 05/185691/SP/21078
Kata Kunci : Kebijakan Publik