Laporkan Masalah

KEMITRAAN PEMERINTAH DAN SWASTA DALAM PENGELOLAAN TRANS JOGJA (Analisis Hambatan Pelaksanaan Kemitraan antara Pemerintah D. I. Yogyakarta Dengan PT. Jogja Tugu Trans)

Muhammad Ihya’ ‘Ulumuddin, Subando Agus Margono

2011 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)

Sebagai kota yang terus mengalami perkembangan, Yogyakarta saat ini dihadapkan pada kepadatan lalu lintas yang semakin tinggi. Dengan melihat kinerja pemerintah dalam menangani masalah transportasi yang masih jauh dari harapan, menjadikan masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi. Alhasil, kepadatan lalu lintas menjadi tak terhindarkan dan membutuhkan penanganan oleh pemerintah. Dengan realita tersebut, pemerintah daerah Yogyakarta menetapkan kebijakan transportasi yang diwujudkan dengan moda transportasi Trans Jogja. Sebuah kebijakan dari pemerintah D. I. Yogyakarta yang dilandasi atas kepedulian pemerintah untuk menciptakan transportasi perkotaaan yang layak sekaligus menekan penggunaan kendaraan pribadi. Kebijakan Trans Jogja ini diimplementasikan melalui kemitraan dengan PT. Jogja Tugu Trans yang merupakan gabungan koperasi angkutan yang telah beroperasi di Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan kemitraan pemerintah dan swasta beserta kendala yang mempengaruhi dalam pengelolaan kebijakan transportasi Trans Jogja. Adapun bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi pustaka. Kebijakan transportasi Trans Jogja merupakan komitmen pemerintah Yogyakarta, yang menginginkan adanya perbaikan layanan transportasi perkotaan. Upaya pemerintah tersebut dilaksanakan dengan kerjasama kemitraan dengan swasta dengan tujuan untuk menghindari friksi yang muncul ketika kebijakan tersebut dirumuskan. Dalam implementasinya pemerintah menggunakan mekanisme “buy the services” yang berarti bahwa pemerintah membeli jasa atas pelayanan yang diberikan oleh operator yaitu PT. Jogja Tugu Trans. Akan tetapi dalam implementasinya kerjasama kemitraan tersebut tidak dapat berjalan secara efektif sehingga menyebabkan mekanisme “buy the services” yang dijadikan dasar dalam operasionalisasi Trans Jogja tidak dapat berjalan sejajar dengan layanan yang memadai. Terdapat beberapa hal yang telah dicapai dengan kebijakan transportasi tersebut. Terintegrasinya berbagai sarana transportasi mulai dari bandara, stasiun kereta api, terminal, dan halte, semakin memudahkan masyarakat dalam mencapai transportasi yang diinginkan. Selain itu upaya pemerintah untuk mengganti angkutan perkotaan yang kurang layak dengan moda transoprtasi Trans Jogja setidaknya mampu meningkatkan kualitas transportasi publik di Yogyakarta. Namun, realita memperlihatkan bahwa Trans Jogja belum maksimal dalam pemenuhan transportasi yang nyaman, efisien dan aman. Berbagai permasalahan atau hambatan yang muncul dalam implementasi seakan memperlihatkan masih buruknya manajemen atau pengelolaan oleh pihak yang terlibat dalam sebuah kerangka kemitraan. Sehingga masih banyak perbaikan-perbaikan yang harus diupayakan oleh para pihak yang terlibat. Kata kunci : kemitraan, transportasi, efektifitas, buy the services.

Kata Kunci : Kemitraan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.