Pertarungan di Ruang Ibadah “Studi Komparasi Politik Media antara Buletin Jumat Al Islam (HTI) dan At Tauhid (Salafi)”
Tedi Gunawan, Sigit Pamungkas
2011 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)Penelitian ini mengambil judul “Pertarungan di Ruang Ibadah: Studi Komparasi Politik Media antara Buletin Al Islam (HTI) dengan At Tauhid (Salafi).” Penelitian ini menyoroti tentang pertarungan pemikiran yang terjadi antara buletin jumat Al Islam dengan At Tauhid. Seperti yang diketahui, keduanya berasal dari gerakan Islam yang memiliki ideologi berbeda, sehingga hal yang diperjuangkan pun berbeda. Maka dari itu, pertarungan antara buletin Al Islam dengan At Tauhid pun tidak dapat dihindari. Karena buletin jumat merupakan bagian dari media massa, maka sifat-sifatnya juga sama dengan media massa, yakni memiliki pengaruh terhadap pola pikir masyarakat maupun pemerintah. Pengaruh yang ada pada media ini dipengaruhi oleh sifatnya yang juga mempunyai kemampuan men-setting sesuatu, apakah sesuatu itu penting ataupun tidak bagi masyarakat maupun pemerintah, hal tersebut tergantung dari cara media mensettingnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode politik media. Alasan menggunakan penelitian kualitatif ini adalah untuk memaparkan dan menjelaskan data-data, baik dari analisis buletin jumat hingga wawancara dengan masing-masing gerakan yang di belakangnya secara lebih komprehensif. Penelitian ini berusaha menunjukkan bagaimana Setting maupun framing yang dilakukan oleh kedua buletin, yakni Al Islam dan At Tauhid tentang Islam, dan hal tersebut semakin menegaskan ideologi yang mereka perjuangkan. Lalu dari hal tersebut, dapat ditegaskan lagi pertarungan pemikiran antar buletin jumat yang terjadi di ruang publik. Dari penelitian ini, penulis menemukan bahwa buletin jumat memiliki peran penting dalam penguatan, penyebaran, dan peningkatan gerakan Islam. Selain itu, penulis juga menemukan bahwa buletin jumat tidak hanya dipahami sebagai alat informasi semata, namun juga memiliki tujuan yang lebih besar. Di samping membentuk wacana dan opini publik, mereka juga dijadikan sebagai sayap untuk melebarkan dakwahnya hingga pada tahap upaya peningkatan jumlah massa. Buletin jumat juga diketahui menjadi salah satu media untuk “melawan” berbagai pemikiran di luar ideologi mereka. Lalu, mengenai pertarungan pemikiran antara buletin jumat Al Islam (HTI) dan At Tauhid (Salafi) dapat dikatakan secara gamblang terlihat jelas. Secara jelas bahwa Al Islam lebih mengutamakan dakwah politis dan bertujuan menerapkan Islam secara sistematis (top-down), sedangkan At Tauhid mengedepankan dakwah a-politis dan menghiraukan masalah sistematis (bottom-up). Dengan kata lain, perbedaan ideologi dan pemikiran gerakan yang ada di belakang kedua buletin membuat keduanya menghembuskan wacana-wacana yang berbeda. Wacana tersebut pada kelanjutannya bertemu di ruang publik. Akhirnya, terjadilah pertarungan pemikiran tersebut.
Kata Kunci : Islam-Media