Dinamika Siskamling Sebagai Modal Sosial Dalam Kerangka Community Development Di Kedungbanteng, Sumberagung , Moyudan
FAZA, Ahmad Atabik , Soetomo
2011 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Penelitian tentang siskamling sebagai modal sosial dalam kerangka community development dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwa pendekatan pembangunan konvensional yang bersifat sentralis-topdown dalam kerangka uniformitas sedikit banyak telah menyebabkan matinya kapasitas lokal serta berbagai ketergantungan, sebab pembangunan selalu dipahami oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Selain itu kapasitas lokal (modal sosial) jika dicermati lebih jauh sebenarnya memiliki kemampuan untuk menguatkan masyarakat serta menjadi hal yang tidak terpisahkan dari modal kapital dalam proses pembangunan. Kajian difokuskan pada bagaimana mengidentifikasi modal sosial kemudian dikaitkan dengan proses pembangunan masyarakat (community development) di Kedungbanteng, Sumberagung, Moyudan, Sleman, di mana masyarakatnya tetap memegang teguh nilai agama sebagai pilar utama dalam berbagi aktifitas. Dalam di tengah perkembangan yang serba maju dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi mampu memanfaatkan kapasitas lokal sebagai modal utama pembangunan dalam berbagai aspek. Dalam hal ini kemudian siskamling dijadikan sebagai setting kajian. Untuk mencapai tujuan penelitian yakni mengidentifikasi, memahami modal sosial serta relevansinya dalam community development, pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi serta dokumentasi. Sedangkan pemilihan sampel informan dilakukan secara purposif. Lokasi penelitian yang menjadi unit kajian adalah Padukuhan Kedungbanteng, Sumberagung, Moyudan, Sleman dimana dalah hal ini masyarakat di tingkat padukuhan dilihat sebagai komunitas yang masih kental dengan berbagai karakter modal sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial mempunyai peran strategis dalam pembangunan masyarakat. Dengan memahami siskamling sebagai setting, dapat diketahui bahwa modal sosial masih terpelihara dengan baik pada tingkat padukuhan Kedungbanteng. Siskamling, yang dalam hal ini disebut dengan modal sosial dilandasi oleh berbagai nilai seperti kebersamaan, solidaritas, kerjasama dan saling percaya dan lain-lain. Siskamling juga menjadi salah satu aktivitas masyarakat dimana meskipun tidak langsung, dapat menjadi arena untuk belajar masyarakat. Selain itu juga menjadi penggerak partisipasi masyarakat. Akhirnya, meskipun pembangunan masyarakat di Kedungbanteng terlihat lebih efektif pada tingkat komunitas yang lebih sempit, namun dalam praktiknya modal sosial dan community development mempunyai hubungan yang sinergis.
Kata Kunci : Pembangunan Masyarakat