Laporkan Masalah

Partisipasi Masyarakat Dalam Progam Pemberdayaan di Desa Jambidan (Studi Mengenai Partisipasi Masyarakat Dalam Progam Pelatihan Usaha Yang Diberikan Oleh BKM Jambidan Binangun)

Untoro Eko Ristriatmaja, Agnes Sunartiningsih

2011 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)

Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Jambidan Binangun merupakan suatu lembaga independent yang dirancang untuk dapat menjadi penggerak pembangunan masyarakat yang mandiri yang mampu mengatasi kemiskinannya. Dalam upaya penanggulangan kemiskinan tersebut salah satunya dengan progam pelatihan usaha yang diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan masyarakat. Fokus dari permasalahan yang diangkat dari penelitian ini adalah partisipasi masyarakat terhadap progam pemberdayaan masyarakat melalui progam-progam pelatihan usaha yang diberikan oleh BKM Jambidan Binangun. Metode yang digunakan untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat adalah Metode Community Based Training (CBT)/Pelatihan yang berbasis pada partisipasi masyarakat. CBT memiliki enam tahapan yang harus dilaksanakan yakni perencanaan kelembagaan, identifikasi kebutuhan pelatihan, persiapan pelatihan dan pengorganisasian, pemberian pelatihan, bantuan pasca pelatihan, serta monitoring dan evaluasi. Keenam tahapan merupakan kesatuan yang utuh yang harus dilalui dan dalam setiap kegiatan tahapan harus ada keterlibatan masyarakat secara penuh sehingga tujuan dari progam pelatihan tersebut dapat tercapai. Pelatihan yang telah dilaksanakan oleh BKM Jambidan Binangun pada tahun 2010 yakni pelatihan budidaya itik dan juga pembuatan jamu instan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif karena sifat penelitian ini untuk memberikan gambaran dan menjelaskan permasalahan yang terjadi pada objek penelitian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun informannya adalah aparat desa setempat, pengurus BKM, masyarakat yang mengakses progam maupun yang tidak. Teknik analisa data yang dilakukan adalah dengan mereduksi data yang telah dikumpulkan untuk dianalisis kemudian ditarik kesimpulan. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa partisipasi masyarakat dalam progam pelatihan usaha yang diberikan oleh BKM Jambidan Binangun masih belum maksimal. Pelatihan budidaya itik ternyata tidak diaplikasikan dalam masyarakat dikarenakan tahapan yang dilalui dalam CBT tidak dilaksanakan. Partisipasi masyarakat rendah dan tidak ada pendampingan dari BKM. Dalam pelatihan pembuatan jamu instan tahapan dalam CBT secara keseluruhan telah dilaksanakan dengan baik. Hal ini terbukti telah diaplikasikan ilmu dari pelatihan pembuatan jamu instan ini oleh masyarakat. Namun dalam tahap pengembangan usaha mengalami banyak kendala, dimana informasi pemasaran dan juga peningkatan nilai produk masih rendah sehingga menyebabkan produk jamu kalah bersaing. Monitoring dan evaluasi dari BKM ternyata belum dilaksanakan sehingga usaha pembuatan jamu instan tersebut belum bisa berkembang dengan baik. Oleh karena itu BKM sebagai wadah pemberdayaan masyarakat harus melaksanakan tahapan CBT secara utuh sehingga progam pemberdayaan melalui pelatihan usaha dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan. Kata kunci: pelayanan, pemberdayaan, partisipasi, pelatihan, metode CBT

Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.