ETNOGRAFI DAN BRAND ACTIVATION (STUDI KASUS DESKRIPTIF PENERAPAN ETNOGRAFI DALAM BRAND ACTIVATION SEMANGAT KELUARGA BENDERA OLEH FRISIAN FLAG INDONESIA)
FADJRIN HUTAMI, Pulung Setiosuci Perbawani
2010 | Skripsi | Ilmu KomunikasiSetelah mengemukakan hasil temuan dan analisis penelitian, saya akan memberikan simpulan penelitian sebagai berikut : · Riset wajib dilakukan sebelum membuat strategi marketing komunikasi Agar strategi komunikasi berjalan denga n efektif, efisien, dan mencapai tujuan diperlukan riset yang cukup mendalam. Riset dilakukan agar agensi bisa mengetahui karakteristik konsumen, kebudayaannya, maupun gaya hidupnya. Sehingga ketika suatu program dilaksanakan, keberadaan program tersebut bisa diterima dengan baik oleh target konsumennya. · Etnografi merambah ke dunia advertising maupun marketing Etnografi mulai diterapkan oleh mereka yang bergelut di bidang marketing maupun advertising. etnografi dirasa mampu menjawab kebutuhan akan pemahaman karakteristik konsumen yang sudah semakin kompleks, dan metode kuesioner dan forum group discussion kurang bisa memenuhinya. Dengan etnografi karakter, kebudayaan masyarakat, dsb bisa dipahami dan para pelaku advertising bisa membuat strategi yang meaningful dan insightful. · Brand activation SKB tidak menerapkan metode etnografi Keterbatasan waktu, biaya, tidak adanya tenaga ahli untuk meriset adalah kendala klasik yang dialami oleh hampir setiap perusahaan. Begitu juga dengan tim I3 dan FFI, karena keterbatasan tersebut akhirnya melakukan riset di tengah waktu yang sempit sehingga informasi yang didapat mengenai karakter konsumen dsb menjadi terbatas pula. Memang diperlukan waktu dan biaya khusus untuk melakukan riset, mungkin berat, namun jika untuk manfaatnya akan lebih terasa dalam jangka waktu yang lebih lama. · Secara keseluruhan brand activation Semangat Keluarga Bendera berjalan sesuai rencana Ini terlihat dari respon audiens terhadap jalannya aktivasi. Mayoritas audiens mengapresiasi apa yang dilakukan oleh FFI. Terbukti dari jumlah audiens yang mencapai angka 26.285 orang atau 536 orang di setiap titik area. Sampling productv yang dibagikan oleh FFI sangat dinikmati oleh audiens bahkan terjadi antrian dan cukup membantu mendongkrak penjualan. · Meskipun tidak menggunakan riset etnografi, program SKB tetap memperoleh kesuksesan Faktor pendukung kesuksesan suatu aktivasi tidak hanya tergantung pada metode riset konsumen yang digunakannya. Pada program SKB yang menjadi faktor pendukung kesuksesannya berupa pengembangan strategi yang tepat, serta kerja tim I3 dan tim FFI yang solid. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberi sedikit gambaran mengenai penerapan etnografi pada suatu brand actvation khususnya Semangat Keluarga Bendera. Dimana metode riset etnografi yang sebelumnya kerap diterapkan di bidang non marketing, saat bisa memberikan inspirasi dan inovasi baru untuk menaklukkan konsumennya. Tentunya hal tersebut jika dilakukan sesuai dengan kaidah serta prinsipprinsip etnografi. Walaupun aktivasi SKB ini belum memanfaatkan etnografi diharapkan dikedepannya mampu dijalankan sehingga mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Kata Kunci : Merek Dagang