Pengembangan Balai Budaya Minomartani Sebagai Proses PemberdayaanMasyarakatLokal Melalui Media BudayaTradisional (Studi Pada BalaB daya Minomartani,
Shinta Laksmita Damayanti, Danang Arif Darmawan
2010 | Skripsi | Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (dh. Ilmu Sosiatri)Bangkitnya kebudayaan modern mampu merebut tempat kebudayaan tradisional sebagai budaya yang sah bagi generasi mendatang dan dianggap sebagaik ebudayaan daerah.Karena sifat budaya tradisional yang berwarna lokal,berbahasa lokal,dan berbudaya lokal menyulitkan pengangkatan mereka menjadi budaya nasional. Didirikannya Balai Budaya Minomartani di Desa Minomartani selain sebagai kantong budaya tempat bertemunya berbagai golongan(agama,sukudanstatussosial)juga tempatuntuk memproduksi,berkreasi,berlatih,berapresiasi dan menggunakan media dalam rangka membangun persaudaraan sejati tanp asekat-sekat di bidang kegiatan seni dan budaya.Untuk itu diperlukannya suatu tindakan dan modal sosial yang dirasa mempunyai sisi strategis dalam pengembangan masyarakat,karena diperlukannya sebuah nilai kebersamaan,persaudaraan,pertetanggaan,salingpercaya,solidaritas dan keharmonisan.Berkaitan dengan hal tersebut,observasi atau pengamatan,wawancara,data sekunder dan kepustakaan,serta dokumentasi dalam penelitian kualitatif ini diharapkan dapat memberikan gambaran secara mendalam dan cenderung lebih mudahm enyesuaikan degan kondisi di lapangan. Pemberdayaan yang terdapat di Balai Budaya Minomartani melalui media seni dan budaya tradisional sangat dipengaruhi oleh partisipasi sumber daya mausia(tenaga ahli di bidang seni dan budaya,praktisiteknologi,pelobi atau hubungan masyarakat,dan masyarakat sekitar)serta sarana dan prasarana yang memadai guna mendukung proses pemberdayaan agar dapat berjalan dengan lancar.Disamping menanamkan nilai-nilai budaya tradisional di tengah masyarakat dan membentengi budaya tradisional dari pengaruh asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Idonesia,jugadi harap kan adanya pengkaderan atau pencarian bibit-bibit baru sebagai guru maupun sebagai murid mutlak diperlukan untuk menjaga kegiatan pelatihan karawitan,pedhalangan,tari dan radio komunitas di Balai Budaya Minomartani tetap bertahanhidup.P artisipasi dan antusiasme warga sekitar Balai Budaya Minomartani sangat menentukan keberlangsungan pelatihan yang ada di Balai Budaya Minomartani dalam menjalankan fungsi dan perannya“nguri-nguri kabudayan Jawi”supaya keberadaan seni dan budayatradisionalakantetaplestari,berkembang dengan dinamis serta dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Katakunci:BalaiBudayaMinomartani,kebudayaan,senitradisi,pemberdayaan.
Kata Kunci : Budaya; Pemberdayaan Masyarakat