Laporkan Masalah

STRATEGI KAMPANYE PKS SEBAGAI BAGIAN KOALISI SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DAN BUDIONO DI PEMILIHAN PRESIDEN 2009 (Studi Kasus Mengenai Penerjemahan Pesan dan Perbedaan Pelaksanaan Strategi Kampanye DPP PK

Steffanie Harly, Kuskrido Ambardi

2011 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

PKS tumbuh sebagai partai yang semakin kuat dari tahun ke tahun. Hal ini terlihat dari jumlah suara yag diperoleh di Pemilihan Legislatif. Menurut PKS, hal tersebut dikarenakan loyalitas kader mereka yang sangat tinggi. Di tahun 2009 mereka diajak untuk berkoalisi dengan partai sekelas Demokrat. Saat berkoalisi dengan Demokrat, PKS tidak terlalu menge luarkan cara persuasi yang cukup berarti terhadap kader dan simpatisan. Banyak faktor yang mendukung keberadaan PKS menjadi Calon Presiden kembali. Strategi kampanye secara umum juga di kelola oleh sebagian besar orang-orang yang berada dalam Demokrat. Permasalahan timbul berasal dari diri PKS sendiri. Langkah-langkah yang mereka ambil dianggap tidak mencerminan identitas mereka sebagai Partai Islam. Protes mengalir keras dari kader dan simpatisan. Namun, penelitian ini melihat Proses penerjemahan pesan kebijakan hanya dalam ruang lingkup internal saja. Ada atau tidak permasalahan pada saat kampanye, PKS tetap melakukan sosialisasi untuk memberikan penerjemahan pesan. Dalam proses sosialisasi itu, ada unsur persuasi agar kader mengerti terhadap pesan. Karena momennya adalah kampanye, PKS harus membuat strategi tersendiri untuk menyampaikan pesan tersebut. Metode studi kasus akan melihat lebih jelas bagaimana PKS menerjemahkan pesan tersebut. Identitasnya sebagai sebuah partai massa dan Islam harus disandingkan dalam menjalankan strategi kampanye yang ada. Hal itu ditambah dengan keinginan PKS saat ini menjadi partai yang terbuka. Dari analisa didapatkan PKS tetap menggunakan cara lama yaitu komunikasi langsung dan bersifat top down. Ada pun komunikasi buttom up, itu tidak seberapa dan hanya bersifat mengikuti pencitraaan saja. Sistem komunikasi seperti itu semua berlaku dari pusat ke daerah. Namun, ada perbedaan diantara dua jenjang struktur partai tersebut. Pihak pusat hanya membuat kebijakannya saja. Dalam pelaksanaanya, struktur yang berada di wilayah mempunyai wewenangnya cukup luas dalam mengaplikasikan kebijakan tersebut.

Kata Kunci : Pemilu


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.