Laporkan Masalah

STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU LEMBAGA PENDIDIKAN PRIMAGAMA (Studi Kasus Pengembangan Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu Lembaga Pendidikan Primagama Tahun 2004-2008 dalam Mengembangkan Bisn

Lizta Permata Nurwati, Widodo Agus Setianto

2011 | Skripsi | Ilmu Komunikasi

Tak dapat dipungkiri kebutuhan akan prestasi akademis yang gemilang di sekolah menjadikan lembaga bimbingan belajar sebagai salah satu lahan bisnis yang berprospek cerah. Tepatnya pada tahun 1982, Primagama lahir sebagai lembaga bimbingan belajar yang pada awalnya membantu siswa kelas 3 SMA dalam menempuh ujian akhir. Respon dan animo yang cukup baik dari masyarakat saat itu menjadikan yang mempunyai visi dan misi menjadi institusi pendidikan luar sekolah yang membantu para pelajar hingga kini dalam menempuh ujian akhir dan kelanjutan studi. Seiring dengan berjalannya waktu, di awal tahun 2000, Primagama berkembang dan memproklamirkan diri untuk berkecimpung dalam bisnis waralaba guna menambah jumlah outlet sehingga dapat tersebar di seluruh Indonesia. Pengembangan bisnis waralaba ini dapat dikatakan cukup sukses karena tepatnya pada rentang tahun 2004-2008 terjadi suatu fenomena yaitu meningkatnya jumlah outlet Primagama sebesar 248,6% atau sebesar 455 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Fenomena tersebut terjadi tentunya dengan kerja keras berbagai aspek manajerial di Primagama, salah satunya bagian pemasaran. Melihat fenomena tersebut tentunya sangat menarik untuk mengetahui lebih dalam bagaimana konsep dan sistematika dari pemasaran, komunikasi pemasaran, strategi pemasaran, strategi strategi dan pelaksanaan komunikasi pemasaran terpadu dari Primagama berlangsung. Hal ini tentu erat kaitannya dengan adanya pengembangan strategi komunikasi pemasaran terpadu Lembaga Pendidikan Primagama di tahun 2004-2008 sehingga dapat menghasilkan bertambahnya jumlah oulet Primagama sebesar 248,6 %. Setelah dilakukan analisis dari Lembaga Bimbingan Belajar Primagama, dapat diketahui bahwa dalam mengembangkan jumlah outlet Primagama di tahun 2004-2008, dibutuhkan adanya strategi pemasaran dan komunikasi pemasaran terpadu yang cukup matang dan tertata. Efektifitas komunikasi pemasaran terpadu tersebut berkesinambungan dengan adanya keefektivitasan dari konsep pemasaran, komunikasi pemasaran, strategi pemasaran, dan strategi komunikasi pemasaran terpadu dengan mengunakan tujuh media utama yaitu periklanan, promosi penjualan, public relations, penjualan personal, pemasaran langsung, publisitas dan events. Key word: Peningkatan jumlah outlet Primagama, 2004-2008, komunikasi pemasaran, strategi komunikasi pemasaran terpadu.

Kata Kunci : Komunikasi Pemasaran


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.