Transformasi MUI (Studi tentang Peran Politik dan Perubahan Institusional Majelis Ulama Indonesia)
Hani Arya Prasasta, Bambang Purwoko
2011 | Skripsi | Politik dan Pemerintahan (dh. Ilmu Pemerintahan)“Transformasi MUI” adalah sebuah analisis terhadap kiprah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mewakili organisasi keagamaan dengan pemeluk mayoritas dalam konstelasi politik di Indonesia. Penelitian ini berangkat dari sebuah kecenderungan utama Orba yang menjalankan kekuasaan atas logika state corporatism, karya ini kemudian membentuk argumen sederhana: karakter MUI dibentuk dan ditentukan oleh upaya-upayanya menjadi mediator bagi tuntutan negara, masyarakat dan organisasi Islam lainnya. Dengan mengangkat kasus MUI, peneliti ingin menunjukkan bagaimana di tengah berlangsungnya proses kooptasi negara dalam organisasi MUI, ternyata MUI juga harus menerima konsekuensi untuk berhadapan dengan organisasi Islam lain, sembari berupaya menegaskan independensi organisasi. Penelitian ini sendiri menempatkan perubahan intitusional MUI dari masa Orde Baru hingga reformasi sebagai fokus kajian. Dalam mengarahkan jalannya penelitian, karya ini menggunakan pendekatan institusionalisme baru (the new institutionalism) ya ng percaya bahwa respon respon negara terhadap gerakan-gerakan oposisi termasuk Islam, tidak cukup dilihat sebagai tekanan ekternal dari negara kepada agama saja. Namun dengan menggunakan new institutionalism, dinamika internal yang menjadi sumber perubahan institusional itu sendiri juga tidak diabaikan. Studi new intitusionalism pada dua masa pemerintahan ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus (case study). Hadirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai salah satu institusi yang berada langsung di bawah naungan negara di samping Departemen Agama menunjukkan strategi berikut upaya negara mencegah terjadinya hal-hal yang mencederai tujuan persatuan. Secara tak langsung, hal tersebut menunjukkan pula upaya inklusifitas negara terhadap berbagai golongan Islam yang masih berseberangan dengannya. Hanya saja, hal ini tidak dapat berlangsung terus seiring dengan keruntuhan Orba di tahun 1998. Keruntuhan rezim Soeharto dari tampuk pimpinan, telah membuka peluang bagi mereka yang telah disingkirkan untuk kembali dan berpengaruh dalam ranah Indonesia. Sikap MUI yang berada dalam pusaran tarik ulur berbagai kepentingan pun, mulai dipertanyakan dalam era reformasi. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa pengaruh reformasi terhadap proses transformasi sebuah organisasi ex-state corporatism sangat di pengaruhi oleh unsur internalnya. Cukup sulit kiranya untuk mengalami penyesuaian jika tekanan ekternal telah banyak mengalami proses liberalisasi yang kuat. Sementara di sisi lain tekanan ideologis/identitas mereka sebagai kekuatan agama masih sangat erat dipegang. Kata Kunci: MUI, Transformasi, Relasi Kekuasaan, New Institutionalism, Orde Baru, Reformasi.
Kata Kunci : Politik; Agama Islam-MUI