PERAN AKTOR DIDALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SEGO SEGAWE (SEPEDA KANGGO SEKOLAH LAN NYAMBUT GAWE) DI KOTA YOGYAKARTA
RUTHY ANNOM ISKANDAR, --
2011 | Skripsi | Manajemen dan Kebijakan Publik (dh. Ilmu Administrasi Negara)Keberadaan transportasi telah menjadi kebutuhan dasar manusia, perkembangan transportasi dan automotif memberikan pengaruh yang besar terhadap mobilitas manusia. Hal tersebut menimbulkan permasalahan terutama di kota-kota besar termasuk kota Yogayakarta diantaranya polusi, kemacetan, kecelakaan lalulintas hingga pencemaran udara. Salah satu visi yang ditetapkan oleh Pemerintah kota Yogyakarta adalah kota pusat pelayanan jasa yang berwawasan lingkungan. Mengacu pada visi dan permasalahan pemanasan global akibat kendaraan bermotor ditetapkanlah kebijakan Sego Segawe (Sepeda Kanggo Sekolah Lan Nyambut Gawe). Sebuah kebijakan guna membangkitkan kesadaran masyarakat kota Yogyakarta untuk mau menggunakan sepeda atau green Vehicle sebagai moda alternatif jarak dekat atau kurang dari 5 Km antara jarak rumah dengan tempat tujuan dengan sasaran utama para pelajar dan pegawai pemerintah. Dalam implementasinya kebijakan ini dilaksanakan oleh beberapa aktor diantara Walikota, Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan dan Komunitas Podjok sebagai mitra dari pemerintah di masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui implementasi kebijakan Sego Segawe dan mendeskripsikan serta menganalisis peran masing-masing aktor dalam mendukung keberhasilan implementasi kebijakan sego segawe. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang diolah secara kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi pustaka. Kebijakan sego segawe mengacu pada pengembangan sistem transportasi berkelanjutan dengan menggunakan prinsip aksessibilitas untuk semua orang, kesetaraan sosial, keberlanjutan lingkungan, kesehatan dan keselamatan, partisipasi masyarakat dan transparansi, biaya rendah dan ekonomis, informasi dan advokasi serta peningkatan kapasitas dan jejaring kerja. Untuk mengetahui implementasi dari kebijakan ini dilihat dari indikator sumber daya, komunikasi, kerjasama dan daya dukung. Peran walikota ada pada setiap indikator namun yang terutama adalah sebagai ikon pesepeda bagi masyarakat. Peran dinas perhubungan sangat dominan dalam penyediaan sumber daya yaitu membuat fasilitas bagi para pengguna sepeda di kota Yogyakarta. Peran utama dinas pendidikan dalam komunikasi dan daya dukung yaitu mensosialisasikan kebijakan di kalangan pelajar dan memonitoring berjalannya kebijakan di sekolah-sekolah. Peran komunitas Podjok yang paling dominan adalah kerjasama dan daya dukung yang diberikan sebagai mitra dari pemerintah untuk mengkampanyekan kegiatan bersepeda. Perubahan banyak terjadi di kota Yogyakarta terutama diberbagai ruas jalan yaitu adanya fasilitas bagi pesepeda. Banyak event dan seremoni dikaitkan dengan kegiatan bersepeda baik yang diadakan oleh pemerintah kota, komunitas dan swasta selalu mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Namun terjadi disinsentif terutama menjadikan sepeda sebagai moda transportasi harian. Hal ini disebabkan ketidakefektifan fasilitas pesepeda seperti lajur sepeda, kurangnya tenggangrasa pengendara kendaraan bermotor terhadap pesepeda dan belum adanya kebijakan dukungan untuk kebijakan ini. Pemerintah kota masih perlu membenahi kembali fasilitas yang dibuat agar efektif, membuat kebijakan dukungan yang mendorong atau memaksa masyarakat menggunakan sepeda serta terus berkomitmen membangun kesadaran masyarakat untuk bersepeda. Kata kunci: Kebijakan, Transportasi Berkelanjutan, Sepeda, Peran Aktor
Kata Kunci : Kebijakan Publik